oleh

Covid-19 Meledak di Malinau, Yansen TP Minta Perusahaan Perhatikan Kesehatan Karyawannya

MALINAU – Adanya indikasi 47 kasus kasus baru covid-19 yang menyebar di salah satu perusahaan di Kabupaten Malinau, membuat Bupati Malinau Dr. Yansen TP M. Si, memperingatkan seluruh perusahaan di wilayah Malinau, agar lebih memperhatikan protokol kesehatan dan kondisi kesehatan setiap karyawan yang ada di perusahaan.

Menurut Bupati yang akrab disapa Yansen TP itu, pihak perusahaan seharusnya tidak hanya ketat dalam melakukan protokol kesehatan, tapi juga harus cepat, sigap, dan tanggap terhadap kondisi kesehatan karyawan agar tidak menyebabkan penyebaran covid-19.

“Protokol kesehatan itu penting dan semua perusahaan sudah melakukan protokol yang sesuai standar. Tapi kesehatan karyawan juga harus terus diperhatikan, jangan sampai dipaksa bekerja dalam kondisi sakit. Jika ada yang sakit harus langsung ditangani secara medis,” kata bupati 2 periode itu saat melakukan vicon dengan para dewan-dewan perusahaan, Selasa 28 Juli 2020.

Tak hanya itu, dalam vicon yang dilakukan bersama seluruh jajaran tim gugus tugas covid-19 Malinau itu, Yansen TP juga meminta seluruh perusahaan untuk tidak menganggap remeh kondisi yang ada di setiap perusahaan dan wajib melakukan kesetaraan perhatian kesehatan tanpa memilih kasih.

“Yang namanya covid-19 itu tidak memandang jabatan, pangkat, maupun bos, karena ini bisa menyerang siapa saja. Jadi setiap perusahaan harus sama dalam melindungi kesehatan karyawannya, kalau perlu keluarga karyawan juga diperhatikan,” lanjutnya lagi.

“Karena saya tidak ingin kita hanya memanfaatkan tenaga orang, tapi orangnya kita tidak perhatikan kebutuhan dan kesehatannya,” ujarnya.

Yansen TP juga menambahkan, setiap perusahaan agar lebih ketat lagi dalam beroperasi dan lebih ketat memperhatikan kegiatan sosialisasi dan kerja yang ada di perusahaan masing-masing.

“Mau karyawannya banyak atau sedikit, kita tetap harus perhatikan karena virus ini bisa dibawa oleh 1 orang dan menyebar ke semua orang. Jadi harus lebih ketat dan lebih proaktif terhadap kondisi kesehatan karyawan yang ada dan jangan ditutup-tutupi,” tutupnya.(*)

 

Reporter: Osarade
Editor : M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed