Bandara Juwata Turun Kelas, Gubernur Kaltara Bakal Ambil Langkah

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Pencabutan status bandara internasional Juwata Kota Tarakan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendapat reaksi dari Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang.

Walaupun kebijakan ini telah diambil, Pemprov Kaltara masih berupaya agar status bandara sebagai bandara internasional dibuka kembali.

Zainal A Paliwang, menyampaikan Pemprov Kaltara telah bersurat kepada maskapai penerbangan di Indonesia untuk membahas solusi terkait pencabutan status internasional bandara, khususnya Bandara Juwata Tarakan.

Zainal A Paliwang menyebutkan, kendala lain yang dihadapi maskapai saat ini adalah keterbatasan armada, sehingga ikut berdampak pada minimnya pelayanan penerbangan ke Kaltara. Termasuk ke bandara Tanjung Harapan, Tanjung Selor, khususnya rute Tanjung Selor-Balikpapan dan sebaliknya.

Baca Juga :  Fasilitasi 5.660 Sertipikat Tanah di Daerah Perbatasan, Masyarakat Apresiasi Program Pemprov Kaltara

“Khusus untuk di Tarakan, kemarin ada rapat di Tarakan dengan Pertamina dan Pelita Air untuk membahas kelanjutan layanan penerbangan dari Jakarta, Balikpapan, dan Tarakan,” ucapnya, Kamis (16/5/2024)

Gubernur mengungkapkan keberatannya. Status bandara internasional Juwata Tarakan dicabut menjadi bandara domestik.

“Saya pribadi sangat keberatan. Tetapi sudah jadi keputusan pemerintah pusat, gubernur adalah perpanjangan tangan pemerintah pusat, kita laksanakan. Tetapi juga kita usahakan untuk menghadap Pak Menhub supaya ini kembali dibuka untuk penerbangan internasional,” tegasnya.

Baca Juga :  Fasilitasi 5.660 Sertipikat Tanah di Daerah Perbatasan, Masyarakat Apresiasi Program Pemprov Kaltara

Lanjut Zainal, Kaltara memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan negara lain. Hal ini menjadi salah satu argumen utama yang akan disampaikan kepada Kemenhub untuk membuka kembali status internasional bandara Juwata Tarakan.

Dia optimis bahwa Kemenhub akan mempertimbangkan argumennya, mengingat bandara Juwata Tarakan memiliki potensi besar untuk melayani penerbangan internasional, terutama dengan dibukanya kembali jalur penerbangan Tawau (Malaysia)-Tarakan oleh Malaysia.

Baca Juga :  Fasilitasi 5.660 Sertipikat Tanah di Daerah Perbatasan, Masyarakat Apresiasi Program Pemprov Kaltara

“Saya sudah bertemu dengan beberapa pejabat di Sabah dan mereka menyatakan akan membuka kembali penerbangan internasional ke Tarakan. Namun, pencabutan status ini tentu menjadi kendala,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Yogi Wibawa

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2891 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *