Perdana, Perumda Tarakan Aneka Usaha Ekspor Rokok ke Filipina 

Ekonomi, Tarakan598 views

benuanta.co.id, TARAKAN – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tarakan Aneka Usaha melakukan pelepasan ekspor ke negara Filipina.

Pada ekspor kali ini, Perumda tidak melakukannya sendirian. Pihaknya bermitra dengan PT. Dua Jaya Grup yang kerap kali melakukan ekspor ke luar negeri.

Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes menjelaskan bahwa rokok ini berasal dari Karachi, Pakistan yang diimpor ke Tarakan lalu di ekspor ke negara yang Filipina. Sebelum di ekspor, rokok ini disimpan terlebih dahulu di gudang berikat dalam wilayah Sentra Industri Kecil dan Industri Menengah (SIKIM).

Baca Juga :  BPOM Tarakan Temukan Peredaran Kosmetik Ilegal lewat Media Sosial

“Sebenarnya sudah dari tahun lalu jalan, kalau tahun ini yang langsung dari sini (Gudang Berikat). Saya menyampaikan terimakasih kepada jajaran Perumda yang selama ini bekerja dengan baik untuk meningkatkan kesehatan perusahaan termasuk dalam rangka meningkatkan devisa negara,” jelasnya, Sabtu (22/1/2022).

Khairul menambahkan, ekspor tersebut belum termasuk ke dalam pencatatan kota Tarakan. Namun ke depan ia berharap adanya peningkatan ekspor dan dapat menggunakan dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) dari Tarakan.

Baca Juga :  Imbas Batu Bara Terbakar, Jalan Amal Lama Ditutup Sementara

“Secara keseluruhan itu tercatat sebagai bagaian dari ekspor Tarakan, sistemnya pendapatan devisa ekspor masuknya ke pemerintah pusat. Tapi dilihat lagi asalnya dari mana nanti akan ada dana bagi hasil dari pajak ekspor dan sebagainya,” ungkapnya.

Sementara itu, General Manager PT. Dua Jaya Grup, Muhammad Samsir yang merupakan mitra Perumda Tarakan Aneka Usaha, ekspor ini dilakukan sebulan sekali dan rokok yang di ekspor adalah jenis putih.

“Sejenis kayak Marlboro gitu dan memang pasarnya Filipina karena permintaan yang sangat tinggi,” tuturnya.

Baca Juga :  Industri Mikro dan Kecil di Kaltara Serap 11.752 Tenaga Kerja, Didominasi Pekerja Perempuan

Meski bukan daerah penghasil rokok, namun ekspor ini telah berjalan sekira 5 tahunan.

“Tarakan ini daerah transit, jadi barang-barang dari luar itu contoh ini dari Karachi diimpor ke Indonesia kemudian diekspor lagi dan memang itu barang sudah jadi,” katanya.

Disinggung soal komoditas lain, pihaknya belum mampu mengakomodir permintaan komoditas lain. Untuk itu pihaknya bermitra dengan Perumda agar dapat mengembangkan kegiatan ekspor impor. (*) 

Reporter: Endah Agustina

Editor: Matthew Gregori Nusa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *