benuanta.co.id, BULUNGAN — Usaha Industri Mikro dan Kecil (IMK) di Kalimantan Utara (Kaltara) menyerap ribuan tenaga kerja. Berdasarkan Survei Industri Mikro dan Kecil (IMK) Tahun 2024, tercatat sebanyak 11.752 pekerja yang bekerja di sektor tersebut.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara, Mustaqim, mengatakan sektor IMK memiliki peran penting dalam penyerapan tenaga kerja sekaligus menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat. Dari total pekerja IMK tersebut, jumlah pekerja perempuan tercatat lebih banyak dibandingkan laki-laki. Sebanyak 6.999 pekerja merupakan perempuan, sedangkan pekerja laki-laki berjumlah 4.753 orang.
“Pekerja perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki. Ini menunjukkan peran penting perempuan dalam mendukung usaha IMK di Kalimantan Utara,” kata Mustaqim, Selasa (25/8/2026).
Menurutnya, keberadaan IMK tidak hanya berkontribusi terhadap aktivitas ekonomi, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat di berbagai wilayah Kaltara. Jika dilihat berdasarkan tingkat pendidikan yang ditamatkan, sebagian besar pekerja IMK merupakan lulusan SMA dengan persentase mencapai 37,94 persen.
Selanjutnya, pekerja dengan pendidikan SD mencapai 21,50 persen, lulusan SMP sebesar 19,27 persen, tidak tamat SD sebesar 14,13 persen, sedangkan pekerja yang telah menamatkan perguruan tinggi hanya 7,14 persen.
Mustaqim mengatakan komposisi tersebut menunjukkan sektor IMK masih banyak menjadi ruang kerja bagi masyarakat dengan tingkat pendidikan menengah hingga dasar.
Di sisi lain, rendahnya proporsi pekerja IMK yang memiliki pendidikan hingga perguruan tinggi juga menunjukkan masih terbukanya peluang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor tersebut.
“Peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan pekerja penting untuk mendorong produktivitas serta daya saing usaha industri mikro dan kecil,” ujarnya.
BPS Kaltara mencatat, perkembangan IMK menjadi salah satu indikator penting dalam melihat aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan jumlah tenaga kerja yang cukup besar, sektor ini dinilai memiliki potensi untuk terus dikembangkan, terutama melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha dan kualitas tenaga kerja.
Data tersebut juga memperlihatkan besarnya kontribusi perempuan dalam sektor IMK Kaltara. Dengan jumlah pekerja perempuan yang mencapai hampir 7 ribu orang, kelompok ini menjadi salah satu kekuatan penting dalam menopang aktivitas usaha mikro dan kecil di daerah.
BPS Kaltara berharap data IMK dapat menjadi bahan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pengembangan usaha, peningkatan keterampilan tenaga kerja, serta penguatan ekonomi masyarakat. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Endah Agustina








