benuanta.co.id, BULUNGAN – Rencana pemerintah mengalihkan pembiayaan gaji guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) ke pemerintah pusat menjadi kabar baik bagi daerah. Kebijakan ini dinilai bisa mengurangi beban APBD yang selama ini ikut digunakan untuk membiayai kebutuhan tenaga PPPK.
Di Kalimantan Utara (Kaltara), rencana pengalihan itu mendapat respons positif dari Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang. Ia menyebut pengalihan pembiayaan ke pemerintah pusat akan memberikan ruang lebih bagi daerah dalam mengatur anggaran.
“Sangat luar biasa kalau bisa diambil pusat, kami sangat bersyukur karena kita juga anggarannya sangat sedikit,” kata Zainal Sabtu (22/8/2026).
Menurutnya, ketika pembiayaan PPPK sudah menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, anggaran daerah yang sebelumnya disiapkan untuk kebutuhan tersebut bisa digunakan untuk program lain.
“Dengan diambil alih oleh pusat otomatis mengurangi pengeluaran APBD kami,” ujarnya.
Zainal mengatakan, anggaran yang nantinya tersedia akan kembali dilihat berdasarkan kebutuhan dan prioritas daerah. Salah satu yang tetap menjadi perhatian adalah sektor pendidikan.
“Nanti kita lihat selektif prioritas dari anggaran yang tersisa ini. Yang seharusnya untuk PPPK guru kemarin kita lihat yang mana kita akan buat program untuk bidang pendidikan tentunya,” katanya.
Untuk Kaltara, jumlah guru PPPK di jenjang SMA, SMK dan SLB tercatat sebanyak 548 orang. Selain itu terdapat 37 guru yang berstatus paruh waktu.
Sementara untuk tenaga kependidikan di jenjang SMA, SMK dan SLB terdapat 245 PPPK dan 122 tenaga kependidikan paruh waktu.
Kebijakan baru ini juga mencakup PPPK paruh waktu. Mereka nantinya disebut akan mendapat kesempatan untuk menjadi penuh waktu dan mengikuti seleksi PNS mulai 2027.
Bagi Pemprov Kaltara, pengalihan pembiayaan tersebut tidak hanya soal berkurangnya beban anggaran. Zainal mengatakan, selama ini pemerintah daerah tetap berusaha memastikan gaji PPPK dibayarkan setiap bulan.
“Yang pasti Kalimantan Utara kita bisa akomodir, kita bisa memberikan gaji mereka setiap bulannya, tidak pernah dipotong,” pungkasnya. (*)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli








