benuanta.co.id, BULUNGAN — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Utara (Kaltara) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kesehatan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala Dinkes Kaltara, Usman mengatakan masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah sebaiknya menggunakan masker dengan kemampuan filtrasi tinggi, seperti N95, KN95, atau KF94.
“Untuk kondisi kabut asap seperti sekarang, kami menganjurkan masyarakat menggunakan masker N95. KN95 dan KF94 juga bisa digunakan karena memiliki kemampuan filtrasi yang tinggi,” kata Usman, Jumat (21/8/2026).
Menurutnya, masker tersebut dirancang untuk menyaring partikel berukuran sangat kecil, termasuk Particulate Matter (PM) 2,5 yang terkandung dalam asap kebakaran. Partikel ini dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan apabila terhirup. Karena itu, Usman meminta masyarakat tidak hanya mengandalkan masker kain atau masker medis biasa ketika kondisi udara dipenuhi asap dan partikel halus.
“Masker kain dan masker medis biasa tidak cukup untuk menyaring partikel PM2,5. Jadi, gunakan masker yang lebih rapat seperti N95, KN95 atau KF94,” ujarnya.
Usman juga mengingatkan masyarakat agar memperhatikan cara penggunaan masker. Masker harus menutup hidung dan mulut dengan rapat sehingga tidak terdapat banyak celah yang memungkinkan udara tercemar masuk.
Ia menjelaskan, paparan polusi udara dari kabut asap dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan. Paparan tersebut dapat memicu atau memperburuk sejumlah penyakit, seperti pneumonia, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), asma hingga penyakit paru lainnya.
Kelompok rentan, termasuk lansia serta masyarakat yang memiliki penyakit atau kondisi yang sensitif terhadap polusi udara, diminta lebih berhati-hati.
“Kelompok rentan sebaiknya membatasi aktivitas di luar rumah. Kalau memang harus keluar, gunakan masker yang sesuai dan pastikan terpasang rapat,” jelasnya.
Selain menggunakan masker, masyarakat juga diminta menjaga kualitas udara di dalam rumah. Lingkungan sekitar rumah dapat dibasahi dengan air untuk mengurangi debu agar tidak mudah beterbangan.
Lantai, jendela, serta ventilasi rumah juga perlu dibersihkan secara rutin untuk meminimalkan paparan debu dan partikel asap. Usman berharap masyarakat tidak mengabaikan kondisi kabut asap dan tetap menerapkan langkah pencegahan selama kualitas udara belum kembali membaik.
“Yang paling penting masyarakat tetap waspada dan mengurangi paparan asap, terutama bagi kelompok rentan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Endah Agustina








