PELNI Tarakan Buka Pengiriman Gratis Bantuan Gempa untuk NTT, Berikut Penjelasannya

Kabar Kaltara107 views

benuanta.co.id, TARAKAN – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI Cabang Tarakan membuka posko penerimaan bantuan untuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya wilayah Maumere dan sekitarnya.

Bantuan dari masyarakat, lembaga, komunitas maupun instansi dapat dikirimkan secara gratis melalui kapal penumpang PELNI yang melayani pelabuhan di wilayah NTT.

Kepala Cabang PELNI Tarakan, Ferdy Ronny Masengi mengatakan, pembukaan posko tersebut merupakan tindak lanjut arahan manajemen pusat PELNI untuk mengakomodir bantuan dari berbagai daerah yang akan dikirimkan ke wilayah terdampak bencana.

“Pelni akan siap membuka posko di seluruh pelabuhan yang disinggahi oleh kapal penumpang untuk bisa mengakomodir bantuan yang bisa dikirim melalui kapal penumpang Pelni untuk diantar ke pelabuhan NTT,” ujar Ferdy.

Baca Juga :  Pick Up Hantam Truk Parkir di Jalan Poros Bulungan-Malinau, Satu Orang Meninggal Dunia

Khusus dari Tarakan, terdapat dua kapal penumpang PELNI yang dapat digunakan untuk mengangkut bantuan, yakni KM Lambelu dan KM Bukit Siguntang. Kedua kapal tersebut menyinggahi pelabuhan di wilayah NTT.

Ferdy mengatakan, sejauh ini PELNI belum menetapkan batasan berat barang yang dapat dikirimkan masyarakat. Namun, jumlah bantuan yang masuk tetap akan diverifikasi berdasarkan kapasitas muatan yang tersedia di atas kapal.

“Sejauh ini kami tidak ada pembatasan. Sepanjang jumlah yang nanti akan dikirim nanti akan kami verifikasikan dengan kapasitas yang ada di atas kapal,” jelasnya.

Adapun bantuan yang diprioritaskan berupa makanan, air minum, tenda, terpal, selimut, perlengkapan tidur, penerangan, obat-obatan dan perlengkapan medis, popok anak dan dewasa, pembalut, susu serta makanan bayi. Bagi masyarakat yang ingin mengirimkan bantuan wajib melampirkan surat pengantar resmi dari lembaga, komunitas atau instansi. Surat tersebut harus disertai rincian isi barang yang dikirimkan.

Baca Juga :  Perkuat Kemitraan UMKM Lokal dengan Industri, Pemprov Kaltara Dorong UMKM Naik Kelas

Selain itu, seluruh bantuan wajib dikemas dengan baik, rapat dan aman sebelum diserahkan kepada PELNI. Untuk barang yang mudah pecah, pengirim wajib memberikan tanda “Fragile”. Hal tersebut menjadi perhatian karena bantuan akan dikirim melalui jalur laut dan membutuhkan waktu beberapa hari hingga tiba di pelabuhan tujuan. Karena itu, PELNI mengharapkan barang yang dikirim tidak mudah rusak dan telah dikemas dengan baik.

Barang bantuan yang dikirim juga harus aman dan tidak termasuk barang yang mudah terbakar, beracun maupun barang yang dilarang. Seluruh barang bantuan yang telah diterima PELNI nantinya akan disalurkan oleh lembaga pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga :  Investasi Kaltara Capai Rp14 Triliun pada Semester I 2026

Masyarakat dapat menyerahkan bantuan ke kantor cabang PELNI terdekat atau mendatangi titik posko di terminal penumpang pelabuhan. Petugas PELNI akan disiagakan untuk menerima bantuan.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Call Center PELNI di (021) 162.
Ferdy menegaskan, hingga saat ini belum ada batas waktu penutupan posko yang ditetapkan oleh manajemen pusat. Artinya, kesempatan bagi masyarakat untuk menyalurkan bantuan masih terbuka.

“Kesempatan masih kami buka seluas-luasnya,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *