benuanta.co.id, TANJUNG SELOR — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara kembali menggelar Karya Kreatif Benuanta (KKB) 2026 sebagai upaya memperkuat daya saing dan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kalimantan Utara.
KKB 2026 yang memasuki tahun ketujuh akan berlangsung pada 27–30 Agustus 2026 di Bundayati, Kabupaten Bulungan, dengan mengusung tema “Kreasi Benuanta: Merajut Warisan, Menggerakkan Ekonomi Masa Depan.” Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Road to Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Agus Taufik, mengatakan penyelenggaraan KKB menjadi bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam mendorong UMKM agar semakin adaptif, inovatif dan berorientasi pasar.
Menurutnya, pengembangan UMKM tidak hanya dilakukan melalui pameran produk, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas usaha, digitalisasi, serta pembukaan akses pasar dan pembiayaan.
KKB 2026 dikemas melalui tiga agenda utama, yakni Fair berupa expo dan pameran produk UMKM unggulan, Forum yang mencakup workshop, edukasi serta peningkatan kapasitas pelaku usaha dalam pencatatan keuangan digital, dan Competition sebagai ruang bagi pelaku ekonomi kreatif menampilkan inovasi dan kreativitas.
Agus Taufik menambahkan, sejumlah program penguatan UMKM telah dilakukan Bank Indonesia Kaltara sebagai bagian dari persiapan menuju KKB 2026. Salah satunya melalui Sekolah Jago Ekspor, yang mendorong pelaku UMKM meningkatkan kesiapan memasuki pasar global.
Program tersebut telah menghasilkan Letter of Intent (LoI) senilai Rp2,9 miliar dari buyer eksportir. Capaian ini menunjukkan semakin terbukanya peluang produk unggulan Kalimantan Utara untuk menembus pasar yang lebih luas.
Selain ekspor, Bank Indonesia juga mendorong UMKM melakukan onboarding digital untuk memperluas pemasaran dan mengembangkan usaha melalui kanal digital.
Pelaku UMKM juga mendapatkan pelatihan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK) untuk meningkatkan kualitas pencatatan dan pengelolaan laporan keuangan. Langkah tersebut diharapkan membuat UMKM semakin siap mengikuti business matching dengan perbankan sekaligus meningkatkan peluang memperoleh akses pembiayaan.
Agus mengatakan penguatan ekosistem UMKM membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Karena itu, Bank Indonesia terus membangun sinergi bersama Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Utara dan para mitra strategis.
Sinergi tersebut diarahkan untuk memperluas akses pasar dan pembiayaan, mempercepat adopsi digital, serta meningkatkan kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi Kalimantan Utara yang kuat, inklusif dan berkelanjutan.
Sementara itu, pada tingkat nasional, Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang digelar pada 20–23 Agustus 2026 di Jakarta melibatkan lebih dari 550 UMKM secara luring dan lebih dari 1.300 UMKM secara global. Kegiatan tersebut menjadi wadah sinergi untuk memperkuat daya saing, akses pembiayaan, digitalisasi dan perluasan pasar UMKM.
Melalui KKB 2026, Bank Indonesia berharap produk-produk unggulan Kaltara yang berakar pada budaya dan kearifan lokal mampu memiliki nilai tambah serta semakin kompetitif di pasar domestik maupun global. (*)
Editor: Ramli








