Sapa UMKM Belum Familiar, Pengusaha di Tanjung Selor Minta Perkuat Sosialisasi

Ekonomi65 views

benuanta.co.id, BULUNGAN – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM) RI punya platform digital bernama Sapa UMKM yang dibuat untuk memudahkan pelaku usaha mendapatkan berbagai informasi soal pengembangan usaha.

Lewat platform ini, pelaku UMKM bisa mencari informasi tentang peningkatan kemampuan, legalitas usaha, sertifikasi produk hingga pendampingan.

Bagi pelaku usaha yang masih bingung soal legalitas produk, kemasan maupun pemasaran, Sapa UMKM juga bisa menjadi tempat untuk mendapatkan informasi dan pendampingan.

Tidak hanya itu, usaha UMKM juga bisa terhubung dengan pengusaha lainnya. Harapannya, jaringan usaha bisa semakin luas dan peluang untuk mendapatkan pasar baru juga terbuka.

Namun, keberadaan platform ini ternyata belum banyak diketahui pelaku UMKM, khususnya di Tanjung Selor.

Baca Juga :  Pajak Hiburan di Tarakan Capai Rp 2,1 Miliar

Sejumlah pengusaha mengaku baru mendengar adanya Sapa UMKM setelah informasi mengenai platform tersebut disampaikan.

Anca, pengusaha Roti Gemoy Buntal asal Mangkupadi yang kini sudah membuka cabang di Tanjung Selor, mengaku belum mengetahui sebelumnya jika ada platform khusus dari Kementerian UMKM.

“Saya baru tahu ini kalau ada aplikasi seperti itu untuk UMKM ya,” ujar Anca, Kamis (20/8/2026).

Meski begitu, Anca menilai adanya platform seperti Sapa UMKM cukup membantu, apalagi jika di dalamnya banyak informasi dan program yang bisa dimanfaatkan pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis.

Hal yang sama juga disampaikan Anggun, pengusaha Sticky Milk with Anggun. Ia mengaku baru mengetahui adanya Sapa UMKM.

“Saya juga baru dengar ini ya, ternyata ada dari kementerian. Saya harap Sapa UMKM bisa dikenalkan kepada usaha UMKM di Kaltara, khususnya kita di Tanjung Selor,” katanya.

Baca Juga :  Kementerian UMKM Ajak Pengusaha Kaltara Manfaatkan Sapa UMKM

Sementara itu, Maria, pengusaha UMKM Tenun Karta Kreatif Flobamora, mengaku pernah mendengar nama Sapa UMKM saat mengikuti pelatihan kemasan ramah lingkungan.

Namun, ia belum mengetahui secara lengkap bagaimana cara menggunakan platform itu dan apa saja yang bisa didapatkan para usaha di dalamnya.

“Belum sepenuhnya tahu. Memang disampaikan saat itu semua pengusaha UMKM di Kaltara akan segera dilakukan pendataan melalui Sapa UMKM,” jelas Maria.

Menurut Maria, sosialisasi menjadi bagian penting agar Sapa UMKM benar-benar bisa digunakan oleh pengusaha UMKM.

Menurutnya, pemerintah perlu lebih sering mengenalkan platform tersebut secara langsung kepada UMKM. Tidak hanya sekadar memberitahu bahwa ada aplikasi, tetapi juga menjelaskan cara menggunakannya dan program apa saja yang tersedia.

Baca Juga :  Pasokan MinyaKita Mulai Tersedia di Nunukan, Harga Tetap Diawasi Sesuai HET

“Kita berharap informasi detail Sapa UMKM ini bisa lebih dimudahkan lagi aksesnya untuk kita ketahui,” ujarnya.

Ia berharap sosialisasi bisa dilakukan secara merata sehingga pelaku UMKM di Kaltara, termasuk usaha kecil yang masih dalam tahap berkembang, tidak ketinggalan informasi.

“Sebagai pengusaha UMKM kami berharap segera menerima informasi detail terbaru terkait Sapa UMKM agar dapat mempermudah kami dalam mengupgrade sistem informasi, baik itu untuk akses permodalan dan keuangan, pemasaran produk, maupun pelatihan untuk peningkatan skill secara merata bagi semua kalangan pengusaha UMKM yang ada di Kaltara,” pungkasnya. (*)

Reporter: Alvianita
Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *