benuanta.co.id, NUNUKAN — Penguatan literasi dasar dan kompetensi guru menjadi fokus yang didorong dalam penyusunan program pendidikan Kabupaten Nunukan untuk 2027. Arah tersebut disusun dengan melihat hasil Rapor Pendidikan serta persoalan yang masih dihadapi sekolah, termasuk di wilayah terpencil.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, Erlina, mengatakan program pendidikan ke depan harus mampu menjawab kebutuhan nyata di satuan pendidikan. Menurutnya, penguatan literasi menjadi salah satu bagian penting yang perlu mendapat perhatian untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Nunukan.
“Antusiasme peserta menjadi modal penting untuk memperkuat literasi di Nunukan. Harapannya, program yang disusun dapat memberikan dampak terhadap peningkatan IPM dan Rapor Pendidikan Daerah,” ujarnya.
Pembahasan mengenai arah program tersebut dilakukan melalui Lokakarya Perencanaan dan Penganggaran Program Strategis Pendidikan Daerah Tahun Anggaran 2027 yang digelar Dinas Pendidikan Nunukan bersama INOVASI Kalimantan Utara pada 11–13 Agustus 2026.
Dalam forum itu, peserta tidak hanya membahas program, tetapi memetakan persoalan pendidikan berdasarkan Rapor Pendidikan Daerah Kabupaten Nunukan 2025. Hasil baseline Program INOVASI Kaltara, kondisi literasi dasar kelas awal, pengelolaan pendidikan di wilayah terpencil serta kebutuhan peningkatan mutu pendidikan dasar turut menjadi bahan pembahasan.
Dari pemetaan tersebut, penguatan Kelompok Kerja Guru (KKG) menjadi salah satu rekomendasi utama. KKG dinilai perlu diperkuat melalui dukungan anggaran, pengelolaan yang lebih profesional serta kemudahan pengerjaan e-kinerja bagi guru, kepala sekolah dan pengawas yang aktif dalam kegiatan KKG.
Penguatan tidak hanya diarahkan pada kelembagaan KKG. Peserta juga mendorong pelembagaan fasilitator tingkat kabupaten serta pengembangan Program Literasi Dasar di wilayah daratan Kalimantan.
Manajer INOVASI Provinsi Kalimantan Utara, Agus Prayitno, mengatakan peningkatan kompetensi guru perlu dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada pelatihan. Menurutnya, KKG dapat menjadi wadah bagi guru untuk memperkuat keterampilan dasar sekaligus berbagi praktik pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan murid.
“KKG perlu dikembangkan secara sistematis dan berkelanjutan sebagai wadah guru untuk saling belajar dan berkolaborasi dalam meningkatkan hasil belajar murid,” katanya.
Penyusunan program tersebut melibatkan sejumlah pihak, mulai dari Dinas Pendidikan, pengawas, kepala sekolah, guru, Bappeda, Kementerian Agama, BPS, PGRI, Dewan Pendidikan, BPMP Kaltara, KGTK Kaltara, UBT hingga INOVASI.
Rekomendasi yang dihasilkan selanjutnya menjadi bahan penyusunan program pendidikan Kabupaten Nunukan Tahun Anggaran 2027. “Untuk arah perencanaan kita targetkan lebih berbasis data, dengan prioritas pada persoalan yang berdampak langsung terhadap mutu pembelajaran dan hasil belajar murid,” pungkasnya. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina








