Harga Oli Naik di Tanjung Selor, Bengkel Akui Kenaikan Hampir setiap Pekan

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Kenaikan harga oli mesin mulai menjadi perhatian masyarakat di Tanjung Selor. Dalam dua bulan terakhir, harga sejumlah produk pelumas mesin ini kendaraan ini dan spare part kendaraan bermotor terus mengalami kenaikan yang dinilai cukup cepat.

Pelaku usaha bengkel menyebut kenaikan tidak hanya terjadi sekali, tetapi berulang kali dalam rentang waktu yang berdekatan. Kondisi tersebut membuat biaya perawatan kendaraan ikut bertambah, meski sebagian bengkel berusaha menahan kenaikan tarif jasa servis.

Sandi, pemilik salah satu bengkel di Tanjung Selor, mengatakan kenaikan harga mulai dirasakan sejak Mei lalu. Ia mengaku harga oli yang dibelinya dari distributor terus berubah hampir setiap minggu.

Menurutnya, oli yang sebelumnya dibeli seharga Rp50 ribu kini sudah mencapai Rp80 ribu per botol.

“Awalnya Rp50 ribu, lalu naik Rp60 ribu, kemudian Rp70 ribu dan sekarang Rp80 ribu. Kenaikannya bertahap hampir setiap minggu,” kata Sandi, Selasa (9/6/2026).

Baca Juga :  Lulusan SD Dominasi Dunia Kerja di Bulungan

Ia mengaku belum pernah menghadapi kenaikan harga secepat yang terjadi saat ini. Biasanya harga hanya mengalami penyesuaian dalam jangka waktu yang cukup lama.

“Naik semua. Bulan ini juga belum tahu apakah masih naik lagi. Biasanya setahun sekali naiknya sedikit, sekarang hampir setiap minggu ada perubahan harga,” ujarnya.

Selain harga dari distributor yang meningkat, biaya pengiriman ke Kalimantan Utara juga menjadi faktor yang ikut mendorong harga barang semakin tinggi. Sebab sebagian besar stok oli dan spare part masih didatangkan dari luar daerah, salah satunya dari Samarinda.

Meski harga barang terus naik, Sandi mengatakan pihaknya hanya menambah biaya jasa servis sekitar Rp5 ribu agar pelanggan tidak terlalu terbebani.

Baca Juga :  BUMDes Balansiku Curi Perhatian, Usaha Ayam Petelur jadi Model Penguatan Ekonomi Desa

Kondisi serupa juga terjadi di salah satu dealer kendaraan di Tanjung Selor. Martina, salah seorang pekerja dealer, mengungkapkan harga oli mesin mengalami beberapa kali kenaikan sejak bulan Mei.

Ia mencontohkan produk Yamalube Power Matic 125 cc yang sebelumnya dijual Rp55 ribu. Harga kemudian naik menjadi Rp63 ribu dan saat ini telah mencapai Rp69 ribu.

“Naiknya mulai bulan Mei. Dari Rp55 ribu naik ke Rp63 ribu, sekarang sudah Rp69 ribu,” ungkapnya.

Menurut Martina, banyak pelanggan yang terkejut saat mengetahui harga oli berubah dalam waktu yang relatif singkat. Namun kebutuhan perawatan kendaraan membuat masyarakat tetap membeli meski harus mengeluarkan biaya lebih besar.

“Banyak yang kaget karena naiknya cepat, tapi oli kan kebutuhan kendaraan, jadi tetap dibeli,” katanya.

Di sisi lain, kenaikan harga tersebut juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah seorang warga Tanjung Selor, Jestina, mengaku cukup terkejut ketika mengetahui biaya ganti oli kini jauh lebih mahal dibanding beberapa bulan lalu.

Baca Juga :  Realisasi PAD Bapenda Kaltara pada Triwulan II Masih di Bawah Target

“Ya pastinya kaget. Sekarang saya ganti oli mesin sampai Rp70 ribu,” ujarnya.

Meski demikian, ia memilih tetap melakukan perawatan rutin karena khawatir kerusakan kendaraan justru akan menimbulkan biaya yang lebih besar.

“Mau tidak mau tetap diganti. Kalau oli tidak diganti, motor bisa rusak dan biaya perbaikannya pasti lebih mahal,” tuturnya.

Kenaikan harga oli yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir menjadi tantangan baru bagi pemilik kendaraan di Tanjung Selor. Selain harus menghadapi harga bahan kebutuhan sehari-hari yang terus bergerak, masyarakat kini juga harus menyiapkan anggaran lebih besar untuk merawat kendaraan yang menjadi penunjang aktivitas harian mereka. (*)

Reporter: Alvianita
Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *