Pbenuanta.co.id, BULUNGAN — Rencana kerja sama investasi infrastruktur hijau antara Kalimantan Utara (Kaltara) dan investor asal Kanada, termasuk proyek pembangunan grand airport, hingga kini belum menunjukkan perkembangan berarti.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltara menilai mandeknya proyek tersebut tak lepas dari hambatan regulasi di tingkat pemerintah pusat.
Ketua Kadin Kaltara, Kilit Laing mengatakan, pihak investor sebelumnya telah melakukan penjajakan serius. Namun, rencana tersebut terhenti karena terbentur sejumlah kebijakan yang dinilai tidak memberi ruang kelanjutan investasi.
“Mereka dari Kanada sebenarnya sudah datang dan melakukan pembahasan awal. Tapi kemudian terkendala kebijakan pemerintah pusat, sehingga tidak bisa melanjutkan program yang direncanakan,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Menurut Kilit, kondisi ini mencerminkan masih adanya ketidaksinkronan antara keinginan daerah dalam mendorong investasi dengan regulasi di tingkat nasional. Padahal, proyek infrastruktur hijau dinilai strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan seperti Kaltara.
Ia menambahkan, pemerintah daerah perlu lebih aktif menyuarakan kepentingan investasi kepada pemerintah pusat. Tujuannya agar kebijakan yang diambil tidak menghambat masuknya investor, baik dari dalam maupun luar negeri.
“Daerah membutuhkan dukungan investasi agar bisa berkembang. Karena itu, pemerintah pusat diharapkan memberikan kemudahan dan kepastian bagi investor yang ingin masuk ke daerah,” kata Kilit.
Kilit juga mengungkapkan, selain proyek grand airport, terdapat sejumlah rencana investasi lain yang sempat diminati investor asing namun belum terealisasi. Salah satunya proyek di kawasan Sungai Kayan yang hingga kini masih tertunda.
Ia menyebut, ketidakpastian regulasi membuat sebagian investor memilih mundur. Bahkan, ada investor yang semula berminat mengambil bagian dalam proyek tersebut akhirnya membatalkan rencana mereka.
“Mereka merasa kurang mendapatkan kepastian dan dukungan, sehingga memilih tidak melanjutkan investasi,” ujarnya.
Kadin Kaltara berharap pemerintah pusat dan daerah dapat memperkuat koordinasi agar iklim investasi lebih kondusif. Dengan demikian, peluang masuknya modal asing untuk pembangunan infrastruktur dan sektor strategis lainnya dapat dimanfaatkan secara optimal. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Endah Agustina







