Kondisi Ekonomi Tidak Stabil, Pemprov Kaltara Turunkan Nilai Pajak

benuanta.co.id, BULUNGAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mengambil langkah meringankan beban masyarakat dengan memberikan insentif pajak di sejumlah sektor.

Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga daya beli sekaligus mendorong aktivitas ekonomi tetap berjalan di tengah tekanan ekonomi.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltara, Tomy Labo, menyebut kebijakan ini merupakan bentuk respons daerah terhadap kondisi ekonomi yang sedang tidak stabil.

“Kita melihat kondisi sekarang, masyarakat butuh keringanan. Jadi kebijakan ini memang diarahkan untuk membantu dan menjaga perputaran ekonomi,” ujarnya, Ahad (3/5/2026).

Ia menjelaskan, insentif pajak diberikan pada sektor yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat, seperti transportasi dan distribusi barang.

“Kita fokus ke sektor yang berdampak langsung, seperti kendaraan dan angkutan. Harapannya biaya distribusi bisa ditekan,” jelasnya.

Besaran keringanan pajak pun cukup bervariasi. Untuk kendaraan bermotor bisa mencapai puluhan persen, begitu juga untuk angkutan barang dan penumpang yang turut mendapatkan insentif.

“Angkanya bervariasi, kita sesuaikan dengan kemampuan daerah. Yang penting tujuannya untuk meringankan,” katanya.

Tomy menilai, kebijakan ini tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga berdampak pada peningkatan kepatuhan wajib pajak.

“Ketika beban diringankan, masyarakat cenderung lebih patuh. Ini yang kita lihat terjadi di lapangan,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga tetap menjaga keseimbangan dengan tidak memberikan insentif pada semua sektor. Pajak untuk usaha tertentu tetap diberlakukan normal.

“Tidak semua kita beri keringanan, sektor yang dianggap mampu tetap berjalan seperti biasa,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali ke daerah untuk pembangunan.

“Dana dari pajak itu tidak hilang, tapi kembali lagi ke masyarakat melalui pembangunan,” tegasnya.

Pemprov Kaltara berharap kebijakan ini bisa dimanfaatkan masyarakat dan menjadi salah satu upaya menjaga stabilitas ekonomi daerah.

“Kita ingin ekonomi tetap bergerak, dan masyarakat tidak terlalu terbebani,” tutupnya. (*)

Reporter: Alvianita
Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *