Kenaikan Harga Bahan Baku dan Kemasan Dikeluhkan Pengusaha Roti

benuanta.co.id, NUNUKAN – Pelaku usaha roti di Nunukan mengeluhkan terus meningkatnya harga bahan baku serta biaya kemasan yang semakin membebani operasional usaha yang ia tekuni.

Taufik (39), pemilik toko Papa Roti yang beralamat di Jalan Tanah Merah, Nunukan, mengungkapkan bahwa dalam beberapa waktu terakhir ia mengalami kenaikan biaya produksi yang cukup signifikan. Kenaikan tersebut terutama terjadi pada bahan utama seperti tepung, gula, dan margarin, serta biaya kemasan produk yang juga ikut melonjak.

Baca Juga :  Program Rp3 Miliar per Kelurahan, Koperasi Merah Putih di Tarakan Lebih Butuh Modal Usaha

“Sekarang semua serba naik. Tepung naik, gula naik, kemasan juga ikut naik. Kami sebagai pelaku usaha kecil jadi serba sulit untuk menjaga harga jual tetap stabil,” ujar Taufik pada Rabu (15/04/26).

Menurutnya, kondisi tersebut membuat margin keuntungan semakin menipis. Ia mengaku harus memutar strategi agar usaha tetap bertahan tanpa menaikkan harga secara drastis, yang dikhawatirkan dapat berdampak pada penurunan jumlah pelanggan.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Tarakan Buka Kesempatan Menjadi Agen PERISAI, Dorong Perlindungan Pekerja di Kalimantan Utara

Taufik juga menyebutkan bahwa pelaku usaha kecil seperti dirinya sangat berharap adanya perhatian dari pihak terkait, baik dalam bentuk stabilisasi harga bahan pokok maupun dukungan terhadap UMKM agar tetap mampu bersaing di tengah tekanan biaya produksi yang terus meningkat.

“Kalau harga terus naik, kami yang kecil-kecil ini yang paling terdampak. Harapannya ada solusi supaya usaha tetap bisa jalan,” tambahnya.

Baca Juga :  Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Raih Pengakuan Global melalui Program Pemberdayaan Masyarakat dan Keberlanjutan Lingkungan

Ia mengaku masih berusaha menahan harga jual agar tidak terlalu membebani konsumen, meski tekanan biaya produksi semakin berat dari waktu ke waktu.

“Ini memang serba sulit. Kami berharap ada solusi supaya usaha kecil seperti kami tetap bisa jalan tanpa harus mengorbankan pelanggan atau usaha itu sendiri,” tutupnya. (*)

Reporter: Soni Irnada

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *