benuanta.co.id, TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan menekan angka inflasi secara massif dengan melakukan kegiatan operasional pasar murah.
Diungkapkan Penjabat (Pj) Wali Kota Tarakan, Dr. Bustan berdasarkan data sementara Badan Pusat Statistik (BPS) inflasi di Kota Tarakan secara year on year (yoy) berada di angka 2,24.
“Kabar sangat mengembirakan hasil rilis data sementara dari BPS yang tentu saja inflasi kita secara year to year berada di angka 2,24 dan month to month itu di bawah angka 1,1 sekian,” ujarnya, Selasa (23/7/2024) lalu.
Oleh itu, ia meminta kepada seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Tarakan untuk melakukan upaya-upaya konkrit untuk menekan inflasi dengan melakukan operasi pasar murah.
“Saya intruksikan untuk menyasar komoditas bahan pokok yang mengalami inflasi. Contohnya minyak goreng, cabai rawit, gula pasir dan ikan laying yang mengkhawtirkan juga perhiasan,” jelasnya.
Ia pun berharap untuk empat komoditi yang menjadi warning berwarna kuning diperjualbelikan di kegiatan operasi pasaran murah. Hal ini dilakukan untuk menjaga keterjangkauan harga komoditas penting yang trennya mulai naik.
“InsyaAllah inflasi di akhir bulan Juli bertahan secara yoy 2,24. Target kita sampai akhir tahun kita berada di bawah angka 2,0 atau berada di bawah standar nasional atau provinsi,” terangnya.
“Karena kita secara kepulauan, aksebilitas masalah serius kita bukan penghasil yang menyediakan untuk masyarakat kota tarakan kita masih meninput dari Sulawesi,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Nicky Saputra







