benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Organisasi kepemudaan (OKP) dan organisasi kemasyarakatan di Kalimantan Utara (Kaltara) yang sedang difokuskan pada pembangunan sumber daya manusia.
Pasalnya, pemerintah melalui alokasi dana pokok-pokok pikiran (Pokir) anggota dewan kembali menyiapkan bantuan dana hibah untuk mendukung kegiatan positif pemuda di Bumi Benuanta.
Meski alokasi tahun ini masih dalam tahap finalisasi, Kepala Bidang Pemuda Dispora Kaltara, Muhammad Mursid, mengonfirmasi bantuan ini merupakan agenda rutin yang setiap tahunnya selalu ada untuk menyokong program kepemudaan.
Menurut Mursid, skema bantuan dana hibah ini sudah berjalan sukses pada tahun-tahun sebelumnya. Banyak organisasi kepemudaan yang telah merasakan manfaat dari Pokir anggota dewan ini untuk menjalankan roda organisasi dan program kerja mereka.
“Tahun kemarin ada Pokir bantuan dana hibah ke beberapa organisasi kepemudaan yang diusulkan oleh dewan,” ujar Mursid, Selasa (21/4/2026).
Namun, untuk tahun 2026 ini, ia belum bisa membeberkan angka pastinya. “Untuk tahun ini saya belum bisa pastikan berapa jumlah Pokir dari dewan karena belum ada info lebih lanjut, tapi tiap tahun biasanya ada,” tambahnya.
Bagi organisasi pemuda yang ingin mendapatkan suntikan dana ini, Mursid menekankan pentingnya mengikuti prosedur administrasi yang berlaku. Ia menjelaskan, Dispora Kaltara bertindak sebagai pihak yang memverifikasi setiap usulan yang masuk.
“Organisasi harus mengajukan proposal kegiatan/bantuan secara resmi kepada pimpinan daerah (Gubernur) atau melalui jalur aspirasi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD),” bebernya.
Selain itu, menurutnya proposal tersebut kemudian akan ditelaah apakah dapat disetujui atau diakomodir dalam skema anggaran. “Jika proposal sudah diarahkan ke Dispora, tim akan melakukan pemeriksaan ketat,” tegasnya.
“Nanti kalau memang di Dispora ada masuk, kita akomodir, kita periksa, verifikasi apakah sudah sesuai, nanti kita proses,” sambungnya.
Dengan adanya jalur aspirasi ini, diharapkan organisasi kepemudaan di Kalimantan Utara semakin aktif menciptakan inovasi tanpa harus terkendala masalah klasik, yakni anggaran kegiatan. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina







