benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Utara (Kaltara) terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik yang inklusif dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.
Salah satunya melalui kegiatan praktik bahasa isyarat bagi tenaga kesehatan dan pegawai di lingkungan Dinkes Kaltara beberapa waktu lalu.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltara Usman, mengatakan pelatihan tersebut menjadi langkah penting untuk memperkuat pelayanan kesehatan bagi penyandang disabilitas, khususnya tuna rungu dan tuna wicara.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kami menghadirkan pelayanan kesehatan yang inklusif dan mudah diakses seluruh masyarakat tanpa terkecuali,” kata Usman, Rabu (27/5/2026)
Melalui pelatihan itu, peserta dibekali pemahaman serta keterampilan dasar dalam berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. Dengan kemampuan tersebut, tenaga kesehatan diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik dan nyaman bagi masyarakat penyandang disabilitas.
Menurut Usman, komunikasi menjadi salah satu faktor penting dalam pelayanan kesehatan. Karena itu, peningkatan kapasitas petugas melalui pelatihan bahasa isyarat dinilai dapat membantu menciptakan pelayanan yang lebih humanis dan setara.
“Pelayanan kesehatan harus dapat dirasakan semua masyarakat. Dengan memahami dasar bahasa isyarat, petugas kesehatan bisa lebih mudah berinteraksi dan memberikan pelayanan kepada penyandang disabilitas rungu maupun wicara,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi pelatihan semata, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam membangun sistem pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Dinas Kesehatan Kaltara juga berkomitmen terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik melalui berbagai program yang mendukung akses kesehatan yang aman, nyaman dan inklusif bagi seluruh warga Kaltara. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Endah Agustina







