DPRD Kaltara Minta Anak Muda Terlibat Dalam Sektor Pertanian dan Perikanan

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Pelibatan anak muda dalam dunia usaha harus sejak dini dilakukan, rupanya itu mendapatkan dukungan dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kaltara. Pasalnya generasi muda saat ini mendapatkan peluang besar untuk dikembangkan.

“Saya berharap generasi muda dapat ikut serta dalam dunia usaha semua sektor,” ungkap Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara, Muhammad Khoiruddin kepada benuanta.co.id.

Kata dia, sektor usaha potensial yang kini mendapatkan tempat di hati masyarakat adalah sektor pertanian dan perikanan. Karena cukup menjanjikan untuk nilai ekonominya, sehingga perlu di kembangkan.

Baca Juga :  Ops Patuh Kayan di Bulungan Digelar Setelah HUT Bhayangkara ke-80

“Jadi bagaimana strategi yang dilakukan, pemerintah harus berperan. Pemerintah harus menstimulus agar anak muda mau terjun ke dunia pertanian dan perikanan,” ucapnya.

Pria yang berada di Komisi II Bidang Perekonomian dan Keuangan ini mengatakan upaya yang dilakukan harus intens dan berkelanjutan. Mencakup berbagai kebutuhan dari sektor hulu hingga hilir.

“Ini diharapkan dapat mencetak pelaku usaha yang tangguh. Salah satunya diarahkan ke tanaman hidroponik dahulu,” jelasnya.

Baca Juga :  Cerita IRT di Tanjung Selor, Rp50 Ribu Tak Lagi Cukup untuk Makan Keluarga

“Kalau di sektor perikanan dapat merambah ke budidaya ikan air tawar dulu. Tapi harus didampingi mulai produksi sampai penjualannya,” tambahnya.

Muhammad Khoiruddin menjelaskan kedua sektor tersebut untuk produksi tak terbatas, apalagi di sektor hilirnya sangat banyak yang melibatkan anak muda yakni pada pengolahannya hingga pemasarannya.

“Saya lihat untuk program masif belum banyak terlihat di Kaltara, baik di lingkup Pemprov Kaltara, Pemkab dan Pemkot. Kita ingin ini didorong ke depan,” paparnya.

Baca Juga :  Kebakaran Kantor Bupati Bulungan Terungkap, Ini Penyebabnya Menurut Kepolisian

Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini menambahkan dengan stimulus upaya regenerasi sumber daya manusia (SDM) bisa lebih terjamin. Sehingga, tidak lagi terpaku pada pengiriman SDM luar daerah. Dirinya meminta anak muda tidak canggung dengan profesi orangtuanya.

“Sekarang ini kita temui banyak anak petani tidak mau jadi petani, harusnya ini diubah karena pertanian merupakan lapangan pekerjaan yang menjanjikan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi
Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *