Bocah Tenggelam di Jelarai Ditemukan Meninggal Dunia

Bulungan14 views

benuanta.co.id, TARAKAN – Operasi SAR hari kedua terhadap Daffa, bocah 9 tahun yang tenggelam di Sungai Desa Jelarai, Kabupaten Bulungan, berakhir setelah Tim SAR gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia (MD), Rabu (12/8/2026). Korban ditemukan sekitar pukul 12.15 WITA di perairan Jelarai.

Kasi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Tarakan, Dede Hariana, mengungkapkan korban ditemukan pada koordinat 2°49’18.3”N 117°24’43.0”E. Lokasi penemuan tersebut berjarak sekitar 1,12 nautical miles dari titik lokasi kejadian (LKP).

“Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi MD pada pukul 12.15 WITA,” ungkapnya, Rabu (12/8/2026).

Setelah ditemukan, korban kemudian dievakuasi untuk dibawa ke RSUD Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan. Korban yang ditemukan merupakan Daffa, laki-laki berusia 9 tahun dan warga Desa Jelarai, Kabupaten Bulungan.

Baca Juga :  Empat Lokasi Karhutla di Bulungan, BPBD Sebut Faktor Cuaca Panas

“Korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD Tanjung Selor untuk penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Sebelumnya, Daffa dilaporkan tenggelam saat berenang di Sungai Desa Jelarai pada Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 16.30 WITA. Informasi kejadian tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Tarakan melalui Unit Siaga SAR Bulungan dari Raedi, BPBD Provinsi Kaltara, pada pukul 18.40 WITA.

“Korban dilaporkan tenggelam saat berenang dan sejak saat itu dilakukan pencarian hingga akhirnya ditemukan pada hari kedua operasi,” bebernya.

Baca Juga :  Karhutla Bulungan Mulai Bermunculan, BPBD: Belum Separah Tahun 2025

Dengan ditemukannya korban, Tim SAR gabungan kemudian melaksanakan debriefing pada pukul 12.45 WITA. Operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup, sementara seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing.

“Setelah korban ditemukan, kami melaksanakan debriefing dan operasi SAR dinyatakan selesai serta diusulkan untuk ditutup,” katanya.

Dalam operasi pencarian tersebut, Tim SAR gabungan melibatkan Unit Siaga SAR Bulungan, Pos AL Tanjung Selor, Polres Bulungan, Brimob Kabupaten Bulungan, Polairud Bulungan, BPBD Provinsi Kaltara, BPBD Kabupaten Bulungan, PMI Kabupaten Bulungan, serta keluarga dan masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat dalam pelaksanaan operasi SAR ini,” paparnya.

Baca Juga :  Anak 9 Tahun Dilaporkan Hilang di Sungai Jelarai

Pencarian juga didukung sejumlah sarana dan peralatan, yakni satu unit Rescue Car, satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB), satu set peralatan medis, peralatan komunikasi, serta peralatan SAR air.

“Seluruh alut dan peralatan SAR digunakan untuk mendukung proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan,” imbuhnya.

Selama pelaksanaan operasi SAR hari kedua, tidak terdapat faktor penghambat. Kondisi cuaca di lokasi juga dilaporkan cerah.

“Untuk faktor penghambat nihil dan kondisi cuaca di lokasi cerah,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *