Bulungan Siapkan Cetak Sawah Baru 1.600 Ha pada 2026

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Upaya terus menggenjot program pengembangan sektor pertanian, khususnya komoditas padi. Melalui program cetak sawah rakyat, Bulungan menargetkan perluasan lahan sawah baru seluas 1.600 hektare pada tahun 2026.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan, Kristiyanto, mengatakan program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan produksi beras sekaligus memperkuat Bulungan sebagai salah satu kawasan sentra produksi padi di Kalimantan Utara.

Ia menjelaskan, potensi pengembangan lahan sawah di Bulungan sebelumnya telah dipetakan melalui kegiatan Survey Investigation Design (SID) yang dilakukan bersama Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Utara serta Kementerian Pertanian.

“Dari hasil pemetaan melalui SID untuk program cetak sawah rakyat, diperoleh potensi lahan yang layak sekitar 2.600 hektare yang tersebar di lima kecamatan di Bulungan,” kata Kristiyanto.

Dari total potensi tersebut, pemerintah telah merealisasikan konstruksi cetak sawah seluas 808 hektare pada tahun 2025. Lahan yang sudah dikerjakan saat ini sebagian besar telah memasuki tahap akhir sebelum dilakukan penanaman.

“Dari 2.600 hektare itu, pada tahun 2025 sudah dilaksanakan konstruksi cetak sawah seluas 808 hektare. Saat ini dalam tahap perbaikan finalisasi dan sebagian sudah siap untuk ditanami,” ujarnya.

Beberapa wilayah yang menjadi lokasi pengembangan sawah tersebut di antaranya berada di Salim Batu, Tanjung Buka, SP 10, SP 3, SP 4, Tanjung Buyu, SP 8, hingga SP 9.

Meski demikian, dalam proses pengembangan lahan sawah tersebut masih ditemukan sejumlah kendala teknis di lapangan, terutama terkait kondisi tanah yang didominasi lahan gambut dengan kedalaman cukup tinggi.

Menurut Kristiyanto, kondisi tersebut membuat proses pengolahan lahan menjadi lebih sulit, terutama saat menggunakan alat mesin pertanian.

“Kendalanya pada kondisi tanah. Ada beberapa lokasi dengan kedalaman gambut lebih dari satu setengah meter, sehingga menyulitkan saat pengolahan lahan dan penanaman, terutama jika menggunakan traktor,” jelasnya.

Tanah yang terlalu lembek membuat traktor roda dua maupun roda empat sulit digunakan karena mudah terperosok. Oleh karena itu, pihaknya mengusulkan penggunaan alat mesin pertanian khusus untuk lahan gambut kepada Kementerian Pertanian.

“Kami mengusulkan bantuan traktor khusus untuk lahan dengan kedalaman gambut di atas setengah meter agar pengolahan tanah tetap bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Sementara itu, untuk tahun 2026, Bulungan menargetkan penyelesaian sisa potensi lahan sawah yang belum dikerjakan, yakni sekitar 1.600 hektare.

“Target kita di tahun 2026 sekitar 1.600 hektare lagi yang akan dicetak menjadi sawah. Harapannya bisa diselesaikan dalam satu tahun sehingga setelah selesai konstruksi langsung bisa dilakukan penanaman,” ujar Kristiyanto.

Ia menambahkan, secara keseluruhan Provinsi Kalimantan Utara mendapatkan kuota program cetak sawah dari pemerintah pusat sekitar 5.000 hektare. Dengan kuota tersebut, Bulungan berupaya memaksimalkan peluang untuk memperluas areal persawahan yang ada.

Untuk kebutuhan anggaran, estimasi biaya cetak sawah mencapai sekitar Rp35 juta per hektare. Dengan target 1.600 hektare.

Pemerintah daerah saat ini masih terus berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian terkait dukungan anggaran dan pelaksanaan program tersebut, dengan harapan seluruh proses dapat berjalan sesuai target.

“Harapannya tahun ini bisa selesai seluruh prosesnya, sehingga lahan yang sudah dicetak bisa langsung dimanfaatkan untuk penanaman padi,” pungkasnya. (*)

Reporter: Alvianita
Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *