Nakes Pemda Wajib Sarjana, Perguruan Tinggi Diharapkan Mampu Penuhi Kelas Khusus

benuanta.co.id, TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan berjibaku agar Aparatur Sipil Negara (ASN) terkhususnya tenaga kesehatan (Nakes) dapat melakukan penyesuaian terhadap jenjang pendidikan, mengingat aturan kepegawaian mengharuskan nakes pada 2026, minimal lulusan Strata I (S-1).

Hal itu dilontarkan Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes agar para nakes dapat melanjutkan pelayanannya di lingkup Pemerintah Kota Tarakan tanpa hambatan.

“Kehadiran perguruan tinggi tentu menyerap kebutuhan daerah dalam bidang pendidikan yang diperlukan. Tahun 2026 nanti kalau tak S-1, maka nakes tidak bisa melayani, sementara masih terdapat nakes kami yang masih D-3,” penyampaian Khairul saat peresmian gedung Universitas Terbuka (UT) Tarakan, Senin, 23 Agustus 2021.

Baca Juga :  Tarif Tiket Pesawat Penyumbang Terbesar Inflasi Tarakan pada Mei 2026

Pemkot Tarakan pun mendorong para nakes khususnya perawat dan bidan, untuk melanjutkan studinya minimal pada jenjang sarjana.

Meski begitu, diakui Khairul bahwa para pegawainya yang ingin melanjutkan studi sarjana di Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Borneo Tarakan alami pembatasan kuota penerimaan.

“Pada penerimaan mahasiswa UBT tahun ini, di Fakultas Ilmu Kesehatan prodi Keperawatan dan Kebidanan, hanya 5 nakes yang diterima untuk izin belajar di UBT karena terbatasnya kuota,” tutur dr. Khairul.

Baca Juga :  Zonasi SD Utama 2 Tarakan Bertambah, Kampung Satu Skip Kini Masuk Wilayah Penerimaan

Orang nomor satu di Kota Tarakan itu mengharapkan, perguruan tinggi lainnya seperti Universitas Terbuka Tarakan dapat membuka program studi S-1 ilmu kesehatan.

“Saya juga tidak mengetahui teknisnya seperti apa, namun setahu saya di masa pandemi Covid-19 ini proses pendidikan berjalan virtual, bahkan pendidikan kedokteran pun yang dahulunya sangat tabu dengan virtual kini menerapkan itu juga,” imbuhnya.

Merespon hal itu, Rektor UBT Prof. Dr. Ir. Adri Patton, M.Si akui terbatasnya kuota tersebut nantinya pihaknya bakal berkoodinasi dengan Gubernur Kaltara Drs. H. Zainal Arifin Paliwang, SH.,M.Hum untuk pengadaan kelas khusus di daerah 3 T.

Baca Juga :  Polisi Dalami Laporan Dugaan Penyebaran Data Pribadi yang Menyeret Dirut PDAM Tarakan

“Nanti kami akan melapor kepada pak menteri dan pak Gubernur terkait pembukaan Fakultas Kedokteran, salah satunya kita meminta afirmasi para perawat-perawat dan bidan yang ada di kabupaten kota. Harapannya upaya bersama ini dapat membuka kesempatan bagi nakes untuk melanjutkan pendidikan jenjang sarjana,” tutup Adri Patton.(*)

Reporter : Kristianto Triwibowo

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *