Selama Pandemi Tren Belanja Online Naik, Sebabkan Sampah Plastik Meningkat

Tarakan249 views

TARAKAN – Selama pandemi Covid-19, tren sampah yang dihasilkan oleh masyarakat semakin meningkat. Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Pengendalian Limbah Bahan Berbahaya Beracun, Dinas Lingkungan Hidup Kota Tarakan, Benny Purwanto, bahwa setiap harinya sampah rumah tangga yang diangkut ke Tempat Pengolahan Akhir (TPA) setiap harinya berkisar 138 hingga 140 ton per harinya.

“Kalau sampah secara umum istilahnya meningkat lah, cuma sepersekian persen gitu lah, yang jelas selama masa lebaran sampai sekarang ini. Biasanya kita 138 ton, menjadi 140 lebih setiap harinya ke TPA. Itu waktu lebaran. Ya ada meningkat tetapi tidak signifikan lah kadang bisa naik, kadang bisa turun,” ujar Benny Purwanto saat dihubungi benuanta.co.id, Jumat (9/7/2021).

“Penanganan sampah yang dihasilkan masyarakat selama pandemi ini juga dilakukan seperti biasa, dan Alhamdulillah baik petugas kami atau semua itu belum ada lah (terpapar Covid-19). Kalaupun misalnya ada, bukan karena kegiatan persampahan mungkin terkena sama tetangga. Ya kami tidak minta-minta lah, kalau petugas kami sampai kena juga mungkin terhambat semua pengangkutan sampah di masyarakat,” tukasnya.

Baca Juga :  Kondisi Lapangan Stadion Datu Adil Tarakan Dikeluhkan Warga, Tarif Sewa Rp 1 Juta untuk Sekali Pakai

Sampah masyarakat yang selama masa pandemi ini juga ternyata menyebabkan jumlah limbah plastik meningkat. Hal ini disebabkan karena transaksi masyarakat secara online yang mengandalkan plastik sekali pakai dalam distribusinya.

Direktur Pengelolaan Sampah, Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah Limbah dan B3, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Dr. Ir. Novrizal Tahar IPM, mendorong masyarakat untuk lebih pro lingkungan dalam masa pandemi.

Baca Juga :  Karhutla di Tarakan Tembus 56 Hektare pada Periode Agustus

“Dalam masa pandemi ini, memang terjadi peningkatan penggunaan plastik oleh masyarakat. Hal ini didorong oleh meningkatnya pembelian barang melalui online,” kata Novrizal dalam acara Kemenperin, Rabu (30/6/2021).

Penggunaan plastik di transaksi online ini, lanjutnya, tak semuanya bisa didaur ulang. “Kami mendorong masyarakat untuk bersama memilah sampah plastik ini. Mana yang bisa didaur ulang, mana yang sulit. Sehingga proses pengolahan sampah akan bisa dilakukan dengan baik dan cepat,” tukasnya.(*)

Baca Juga :  Polres Tarakan Soroti Bahaya Karhutla Meluas, di Wilayah Pantai Amal Ada Kandungan Baru Bara

 

Reporter : Yogi Wibawa

Editor: M. Yanudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *