TARAKAN – Mendapatkan dukungan dari tokoh masyarakat adat Jawa di Kota Tarakan untuk maju di Pilgub Kaltara 2020. Pasangan nomor urut 3, Zainal-Yansen (ZIYAP) semakin memantapkan langkah menuju kemenangan di 9 Desember mendatang.
Apa lagi Paslon nomor urut 3 yang diusung oleh Partai Demokrat, PDIP, PPP, Gerindra, ditambah Parpol pendukung non parlemen seperti Partai Gelora dan PKPI juga memiliki berbagai semboyan yang mudah dicerna oleh masyarakat. Salah satunya “Kaltara Rumah Kita” yang mengandung makna filosofis sesuai dengan masyarakat bangsa yang memiliki keberagaman suku dan budaya di Kaltara untuk dirangkul bersama.
“Nah itu kan makna filosofisnya. Kalau kita bicara tentang membangun, yang pertama harus dibangun itu adalah manusianya. Kalau manusia kan hakikatnya itu budayanya, kearifan lokalnya, dan sebagainya. Nah kalau kita bicara membangun, otomatis yang terbangun adalah budayanya,” kata Yansen TP kepada benuanta.co.id, Senin (9/11/2020).
“Kalau kita bicara tentang Indonesia kan yang namanya sebuah masyarakat bangsa yang berbeda dengan bangsa-bangsa yang lain. Artinya ada budaya bangsa Indonesia, nah kalau kita bicara Indonesia yang beraneka ragam ini tanpa bicara tentang budaya. Itu pasti tidak akan berhasil,” tambahnya.
Sebab, untuk Kaltara yang lebih baik dan sejahtera. Mantan Bupati Malinau ini menjelaskan bahwa adanya budaya memang perlu disinergikan dalam pembagunan suatu wilayah.
“Bicara tentang membangun Indonesia, harus bicara tentang budaya. Kenapa kita bicara mereka Bali, karena ada budaya Bali. Kenapa kita bicara Jawa, karena ada budaya Jawa. Mengenali Jawa dari apanya, ya dari bahasanya ada bahasa Jawa, budaya-budaya nya budaya Jawa. Kalau kita bicara membangun ya tidak bisa lepas dari budaya. Nah kalau bisa saya katakan budaya itu lah yang sesungguhnya membangun bangsa itu. Nah jadi Kaltara Rumah Kita itu adalah hakikat budaya bangsa. Bangsa Indonesia yang beraneka ragam itu. Kalau kita bicara membangun otomatis membangun budaya yang beraneka ragam itu. Jadilah Kaltara Rumah Kita yang harmonis,” tutupnya.(*)
Reporter : Yogi Wibawa
Editor : Ramli







