benuanta.co.id, TARAKAN – Hari pertama pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Tarakan, Senin (29/6/2026) berlangsung ramai. Sejak pukul 06.15 WITA, orang tua calon peserta didik sudah memadati sekolah untuk mendaftarkan anaknya melalui jalur prestasi, afirmasi maupun mutasi.
Jalur prestasi menjadi jalur yang paling diminati pada hari pertama Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Hingga pukul 11.00 WITA, jumlah pendaftar telah mencapai 153 calon peserta didik, sementara kuota yang tersedia hanya 88 kursi.
Berdasarkan pantauan benuanta.co.id, antusias tak hanya datang dari calon siswa yang memadati area penerimaan yang disiapkan oleh sekolah namun ratusan orang tua dan wali murid yang juga hadir menemani anaknya.
Kepala SMP Negeri 2 Tarakan, Supardji, mengatakan tingginya antusiasme masyarakat sudah terlihat sejak pagi. Oleh karena itu, panitia tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh calon peserta didik dan orang tua.
“Hari ini SPMB di SMP Negeri 2 Tarakan membuka tiga jalur, yakni jalur prestasi, jalur mutasi dan jalur afirmasi. Orang tua se-Kota Tarakan sangat antusias. Jam 06.15 Wita sudah mulai banyak yang datang, namun panitia tetap memberikan pelayanan yang terbaik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelayanan pendaftaran di sekolah berlangsung hingga pukul 12.00 Wita. Sementara hasil seleksi sementara diumumkan pada pukul 15.00 Wita setiap hari melalui sistem daring maupun papan pengumuman sekolah.
“Besok masih ada kesempatan hari kedua untuk jalur prestasi, mutasi dan afirmasi. Pengumuman final dilakukan pada 30 Juni,” ungkapnya.
Pada tahun ajaran 2026/2027, SMP Negeri 2 Tarakan membuka sebanyak 11 rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas 352 peserta didik, atau masing-masing rombel berisi 32 siswa. Jumlah tersebut sama seperti tahun sebelumnya.
Pembagian kuota penerimaan mengikuti Petunjuk Teknis (Juknis) SPMB, yakni jalur domisili sebanyak 50 persen atau 176 siswa, jalur prestasi 25 persen atau 88 siswa, jalur afirmasi 20 persen atau 70 siswa, serta jalur mutasi 5 persen atau 18 siswa.
Supardji memastikan pelaksanaan hari pertama berjalan aman dan lancar. “Alhamdulillah sampai saat ini semuanya berjalan lancar, aman, dan panitia memberikan pelayanan terbaik kepada orang tua maupun wali murid calon siswa,” tutupnya.
Supardji menyebut jumlah pendaftar jalur prestasi lebih tinggi dibanding jalur afirmasi yang hingga siang tercatat sekitar 132 pendaftar. “Jalur prestasi lebih banyak jumlahnya daripada jalur afirmasi yang mendaftar. Prestasi mencapai 153 orang, sedangkan afirmasi sekitar 132 orang,” ujarnya.
Ia menjelaskan seleksi jalur prestasi dilakukan melalui beberapa komponen penilaian, yakni prestasi akademik, prestasi nonakademik, nilai rapor dan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Prestasi akademik dibuktikan melalui sertifikat kejuaraan, baik lomba berjenjang maupun tidak berjenjang. Selain itu, nilai rapor juga menjadi bagian dari penilaian.
Sementara untuk prestasi nonakademik meliputi bidang olahraga, seni, maupun bidang lainnya yang dibuktikan dengan sertifikat. Menurutnya, setiap prestasi memiliki bobot nilai yang berbeda berdasarkan tingkat kejuaraan, mulai tingkat kota, provinsi, nasional hingga internasional, serta dibedakan antara prestasi perorangan maupun beregu.
“Kalau TKA ada dua kategori. Sertifikat kategori istimewa nilainya 50, sedangkan kategori baik nilainya 40. Itu termasuk nilai tertinggi dalam penilaian,” jelasnya.
Adapun kuota jalur prestasi tahun ini ditetapkan sebanyak 88 siswa atau 25 persen dari total daya tampung sekolah sebanyak 352 peserta didik. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Endah Agustina







