Menikmati Senja di ‘Bali’ Tarakan, Spot Nongkrong Favorit Anak Muda

benuanta.co.id, TARAKAN – Berada di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Lingkas Ujung, Kecamatan Tarakan Timur, Kota Tarakan, kawasan Bagian Lingkas yang akrab dijuluki masyarakat sebagai ‘Bali’-nya Tarakan terus menjadi salah satu destinasi favorit warga untuk menghabiskan waktu menjelang sore. Menghadap langsung ke hamparan laut, kawasan ini menawarkan panorama matahari terbenam yang memukau, dipadukan dengan semilir angin laut dan suasana santai yang membuat siapa pun betah berlama-lama.

Setiap hari, terutama mulai di atas pukul 17.00 WITA, kawasan ini dipenuhi pengunjung dari berbagai kalangan. Mulai dari anak muda, keluarga, hingga wisatawan memadati area tersebut untuk menikmati keindahan senja, berburu foto estetik, hingga sekadar melepas penat setelah seharian beraktivitas.

Daya tarik kawasan ini tak hanya terletak pada panorama lautnya. Sepanjang kawasan berjajar puluhan lapak UMKM yang menawarkan beragam kuliner dengan harga terjangkau. Mulai dari kopi, teh, dimsum, gorengan, seafood ringan, minuman kekinian hingga berbagai jajanan yang sedang digemari anak muda bisa dinikmati dengan harga mulai sekitar Rp10 ribuan.

Berbagai tempat duduk juga disediakan di sepanjang kawasan sehingga pengunjung dapat menikmati makanan dan minuman sambil menyaksikan matahari perlahan tenggelam di balik cakrawala. Perpaduan kuliner, suasana laut, dan langit jingga membuat Bagian Lingkas menjadi salah satu tempat nongkrong favorit, khususnya bagi kalangan Gen Z dan milenial.

Baca Juga :  Progres Sensus Ekonomi di Tarakan Baru 7,7 Persen

Salah seorang pengunjung, Rizky Pratama, mengaku hampir setiap pekan menyempatkan diri datang ke Bagian Lingkas untuk menikmati suasana sore bersama teman-temannya. Menurutnya, kawasan tersebut menjadi tempat yang tepat untuk melepas penat setelah seharian bekerja karena menawarkan pemandangan laut yang menenangkan dengan panorama matahari terbenam yang sulit ditemukan di lokasi lain di Tarakan.

“Kalau habis kerja biasanya saya langsung ke sini. Duduk sambil minum kopi, lihat laut, rasanya pikiran jadi lebih tenang. Apalagi kalau cuaca lagi bagus, sunset-nya memang luar biasa,” katanya, Jumat (26/6/2026).

Rizky menilai kehadiran Bagian Lingkas memberikan pilihan hiburan baru bagi masyarakat. Sebagai kota yang tidak terlalu besar, menurutnya keberadaan ruang publik dengan konsep wisata pesisir seperti ini menjadi daya tarik tersendiri. Ditambah lagi, banyaknya pilihan kuliner dengan harga yang terjangkau membuat kawasan tersebut semakin diminati, terutama oleh kalangan anak muda yang ingin berkumpul sambil menikmati suasana sore.

“Menurut saya ini salah satu tempat paling nyaman di Tarakan. Jajanannya lengkap, harganya juga ramah di kantong, jadi anak-anak muda banyak yang pilih nongkrong di sini,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Nadia Putri. Ia mengatakan, Bagian Lingkas hampir selalu menjadi pilihan ketika ingin menghabiskan waktu bersama keluarga pada sore hari. Selain menikmati angin laut dan pemandangan kapal yang melintas, kawasan tersebut juga menghadirkan suasana santai yang membuat pengunjung betah berlama-lama hingga menjelang malam.

Baca Juga :  Bantah Persoalan Kepentingan Pajak dan Bansos, BPS Tarakan Pastikan Data Sensus Ekonomi Bersifat Rahasia

“Biasanya kami datang sekitar jam lima sore supaya bisa menikmati sunset. Setelah beli makanan tinggal duduk santai sampai magrib. Rasanya seperti liburan meskipun masih di Tarakan,” tuturnya.

Bagi Nadia, keberadaan kawasan seperti Bagian Lingkas menjadi nilai tambah bagi Kota Tarakan. Ia berharap kawasan tersebut terus berkembang sekaligus tetap terjaga kebersihan dan kenyamanannya sehingga semakin banyak masyarakat maupun wisatawan yang datang berkunjung.

“Tarakan memang kotanya tidak terlalu besar, jadi menurut saya tempat seperti ini sangat menarik karena bisa menjadi pilihan hiburan sekaligus tempat berkumpul bersama keluarga atau teman-teman,” tambahnya.

Ramainya aktivitas masyarakat di kawasan Bagian Lingkas turut membawa dampak positif bagi pelaku usaha mikro. Salah seorang pedagang kuliner, Alfiandi, mengaku jumlah pengunjung yang terus meningkat setiap sore berpengaruh langsung terhadap penjualan dagangannya. Menurutnya, sebagian besar pembeli datang untuk menikmati suasana sunset dan pemandangan laut, kemudian menyempatkan diri membeli makanan maupun minuman di lapak-lapak yang tersedia.

“Alhamdulillah kami sangat bersyukur dengan adanya tempat seperti ini. Banyak orang datang bukan hanya untuk menikmati makanan, tapi juga ingin melihat sunset dan pemandangan laut. Semakin ramai pengunjung, tentu dagangan kami juga ikut laris,” katanya.

Baca Juga :  Layanan Operasi Non-Kebakaran di Tarakan Didominasi oleh Evakuasi Ular

Alfiandi mengungkapkan, pada hari biasa omzet penjualannya berkisar antara Rp1 juta hingga Rp2 juta per hari. Sementara saat akhir pekan maupun hari libur, jumlah tersebut bisa meningkat seiring membludaknya pengunjung yang datang sejak sore hingga malam.

“Kalau hari biasa bisa sekitar satu sampai dua juta rupiah. Kalau Sabtu, Minggu atau libur panjang biasanya bisa lebih dari itu karena pengunjung jauh lebih ramai,” jelasnya.

Ia berharap kawasan yang telah menjadi salah satu ikon wisata sore di Tarakan itu dapat terus dijaga bersama. Menurutnya, kebersihan menjadi faktor penting agar pengunjung tetap merasa nyaman dan pelaku UMKM juga terus merasakan manfaat dari ramainya aktivitas di kawasan tersebut.

“Harapan kami sederhana, semoga semua pengunjung sama-sama menjaga kebersihan. Kalau tempatnya bersih dan nyaman, orang-orang pasti terus datang menikmati sunset di sini dan kami para pedagang juga ikut merasakan manfaatnya,” pungkasnya.

Dengan perpaduan panorama laut, keindahan matahari terbenam, ragam kuliner yang terjangkau, serta suasana santai yang cocok untuk semua kalangan, Bagian Lingkas terus mempertahankan pesonanya sebagai ‘Bali’-nya Tarakan sebagai pilihan spot liburan di Bumi Paguntaka. (*)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *