benuanta.co.id, TARAKAN – Pelaksanaan Operasi Patuh yang semula dijadwalkan digelar pada Senin (8/6/2026) resmi ditunda menyusul adanya pemberitahuan dari Markas Besar (Mabes) Polri. Kendati demikian, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tarakan memastikan pelayanan kepada masyarakat dan upaya menjaga keamanan serta ketertiban lalu lintas tetap berjalan melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan.
Kasat Lantas Polres Tarakan, Iptu Ardi Wisnu Pradana, menjelaskan pemberitahuan penundaan diterima sejak sore hari dari Mabes Polri dan telah diperkuat dengan surat resmi yang menyatakan Operasi Patuh ditunda hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.
“Jadi sedikit kami jelaskan bahwasannya ada pemberitahuan mulai dari sore kemarin dari Mabes Polri terkait rencana penundaan dan sudah keluar juga SDR yang berbunyi pemberitahuan ditundanya kegiatan Operasi Patuh hingga ada pemberitahuan lebih lanjut,” ujarnya.
Ia mengatakan undangan pelaksanaan operasi sebelumnya telah disebarkan kepada para tamu undangan. Namun pihaknya telah berkoordinasi untuk menginformasikan bahwa agenda tersebut sementara ditunda.
Meski Operasi Patuh belum dilaksanakan, Mabes Polri memberikan petunjuk agar jajaran kepolisian tetap menjalankan kegiatan rutin yang ditingkatkan. Kegiatan tersebut meliputi pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patroli (turjawali), pelayanan simpatik, serta program Polantas Menyapa.
“Untuk saat ini kita laksanakan kegiatan yang rutin, tetap patroli, antisipasi balap liar dan antisipasi terjadinya laka lantas,” terangnya.
Terkait alasan penundaan, ia mengaku pihaknya belum menerima penjelasan rinci dari Mabes Polri. Menurutnya, keputusan tersebut merupakan bagian dari dinamika yang terjadi di tingkat pusat.
“Kalau itu mengingat dari Mabes sendiri tidak disampaikan. Intinya memang pada saat kita sudah geladi dan sudah mau mulai, penyampaian dari Mabes kita tunda dulu pelaksanaannya,” ungkapnya.
Ia memperkirakan Operasi Patuh kemungkinan baru akan dilaksanakan sekitar Juli atau Agustus mendatang, namun pelaksanaannya masih menunggu arahan lebih lanjut dari Mabes Polri. Dirinya menambahkan, sasaran utama Operasi Patuh nantinya adalah pelanggaran lalu lintas yang terlihat secara kasat mata dan kerap dikeluhkan masyarakat.
“Dalam Operasi Patuh ini kita menyasar pelanggaran kasat mata. Saya hampir setiap minggu mendapat keluhan masyarakat, ada balap liar, knalpot brong, kemudian sudah banyak dari tangkapan ETLE pengendara yang tidak menggunakan pelat nomor dengan alasan menghindari tilang ETLE,” terangnya.
Ardi menuturkan, fokus penindakan dalam Operasi Patuh pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan kegiatan rutin yang selama ini telah dijalankan Satlantas Polres Tarakan. “Ya hampir sama dengan kegiatan rutin kita sebelumnya tapi lebih dibuat dalam bentuk suatu operasi lah,” tutupnya. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Endah Agustina








