Pemindahan Pusat Pemerintahan Tarakan di Wilayah Utara Ditargetkan Rampung Tahun 2028

Tarakan69 views

benuanta.co.id, TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan mulai memfokuskan pengembangan wilayah Tarakan Utara sebagai pusat pemerintahan baru sekaligus kawasan industri.

Proyek ini ditargetkan mulai beroperasi pada awal tahun 2028, dengan masa pembangunan yang berlangsung dalam satu hingga dua tahun ke depan.

Camat Tarakan Utara, Sisca Maya Crenata menjelaskan, dari empat kecamatan yang ada di Tarakan, wilayah utara memang diarahkan menjadi pusat pemerintahan dan industri. Hal ini menjadi bagian dari penataan fungsi wilayah di Kota Tarakan.

Baca Juga :  Ruas Jalan Pantai Amal Berpotensi Ambruk Imbas Terbakarnya Batu Bara, BPBD Desak Penanganan Segera

Ia mengungkapkan, saat ini proses awal pembangunan sudah mulai berjalan, salah satunya melalui pematokan lahan yang akan digunakan untuk pusat pemerintahan seluas sekitar 40 hektare.

“Untuk pusat pemerintahan saat ini kita masih tahap pematokan, jadi batas-batas wilayahnya sedang kita pelajari,” ujarnya.

Nantinya, kawasan tersebut akan menjadi lokasi pembangunan kantor Wali Kota, gedung serbaguna, serta empat perangkat daerah.

Baca Juga :  3 Rumah Ludes di Karang Balik Tarakan

Keempat perangkat daerah itu meliputi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Inspektorat, serta instansi yang menangani keuangan daerah.

Selain pusat pemerintahan, pembangunan lain yang sedang berjalan adalah Sekolah Rakyat yang ditargetkan rampung pada Agustus mendatang.

Di sekitar kawasan tersebut, juga direncanakan pengembangan wilayah lain yang posisinya berdekatan dengan pusat pemerintahan.

Baca Juga :  Karhutla di Tarakan Tembus 56 Hektare pada Periode Agustus

Ia menambahkan, pembangunan ini menjadi bagian dari upaya pemerataan pembangunan di Kota Tarakan, sekaligus menjawab anggapan lama bahwa wilayah utara kurang diperhatikan.

“Dulu masyarakat merasa jauh, bahkan kalau ke GTM (Gusher Tarakan Mall) itu dianggap seperti ke Tarakan. Padahal kita satu kota,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine T

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *