benuanta.co.id, TARAKAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan menyalurkan bantuan material di 64 titik lokasi longsor. Bantuan material itu difokuskan mencegah terjadinya longsor susulan, bukan untuk perbaikan rumah warga.
Kepala BPBD Tarakan, Yonsep mengatakan bantuan yang diberikan berupa kayu, papan, balok, dan paku. Seluruh material ini akan digunakan untuk membuat siring penahan tanah di titik-titik rawan longsor.
“Bantuan ini sifatnya stimulan, jadi bukan menyelesaikan secara utuh. Nantinya akan dikelola bersama dan diharapkan ada partisipasi masyarakat untuk pemasangan siring serta penanaman tanaman seperti bambu atau rumput di atasnya,” ungkapnya, Selasa (5/8/2025).
Ia menyebut, titik longsor tersebut tersebar di 11 kelurahan yang berada di tiga kecamatan, yakni Tarakan Barat, Tarakan Tengah, dan Tarakan Timur.
Dari total 64 titik, sebanyak 49 titik masih dalam proses penanganan dan sudah mendapat persetujuan anggaran dari Wali Kota Tarakan untuk dimasukkan dalam perubahan anggaran 2025.
Menurutnya, peran masyarakat sangat diharapkan dalam penanganan bencana. Stimulan dari pemerintah hanya bagian awal, sedangkan pengerjaan lanjutan dilakukan melalui kerja bakti bersama warga.
“Kalau semua diserahkan ke pemerintah, akan sulit selesai. Makanya masyarakat yang terdampak dan yang di sekitar lokasi diharapkan ikut membantu. Bukan hanya korban yang bergerak, tapi semua peduli terhadap potensi bencana,” jelasnya.
Ia menambahkan untuk kerusakan rumah akibat longsor akan ditangani oleh instansi lain seperti Dinas Perkim dan Dinas PU. BPBD hanya berfokus pada penanganan darurat untuk mencegah korban jiwa akibat longsor susulan.
Sepanjang 2025, BPBD mencatat 49 titik longsor di Tarakan. Beberapa lokasi mengalami kejadian berulang hingga tiga kali, sehingga diberikan bantuan material agar dapat menahan pergerakan tanah. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Endah Agustina







