Kejari Tarakan Dalami Dugaan Pungli di Tempat Fitnes

Hukrim, Tarakan1,701 views

benuanta.co.id, TARAKAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tarakan Tengah mendalami dugaan pungutan liar yang diduga terjadi di Konida Fitnes Tarakan yang berlokasi di Stadion Datu Adil.

Kepala Kejari Tarakan, Meylani melalui Kasi Intelijen, Harismand mengatakan, pada akhir Juli 2024 pihaknya menerima Laporan Pengaduan (Lapdu) berisi beberapa poin diantaranya, dugaan pungli dan pemeliharaan alat fitnes.

“Kami sudah buat telaahan, dan kami sedang mendalami terkait Lapdu itu,” katanya saat dikonfirmasi, Selasa (3/9/2024).

Baca Juga :  Belum Ada Indikasi Tindak Pidana Karhutla di Tarakan

Saat ini pihaknya juga telah melakukan pemanggilan untuk klarifikasi terhadap 2 orang yang berada di lokasi fitnes tersebut. Dari Lapdu tersebut, pihaknya mendapatkan informasi bahwa ada dugaan penarikan uang terhadap masyarakat yang menggunakan alat fitnes di lokasi tersebut.

“Pada intinya terkait itu kami masih mendalami, dan memanggil beberapa orang yang terkait dalam Lapdu itu. Pada dasarnya kita mau cari tahu kebenarannya dulu,” sambungnya.

Baca Juga :  2.626 Kendaraan Terjaring P2KB di Tarakan, 80 Roda Empat Teridentifikasi Berpelat Luar Daerah

Sebenarnya, penarikan uang terhadap masyarakat yang menggunakan alat fitnes di lokasi tersebut seharusnya masuk ke dalam kas KONI Tarakan. Namun, diduga penarikan tersebut terindikasi pungutan liar oleh beberapa oknum yang diduga mengelola Konida Fitnes Tarakan.

“Kalau pejabat KONI Tarakan belum kita panggil. Baru dari bawah, untuk orang yang mengurus alat-alat fitnes itu. Misalnya si A yang menjaga disitu. Nah baru dari bawah itu yang kita periksa,” tutur Harismand.

Baca Juga :  Sasar 30.267 KK di Tarakan, Distribusi Bantuan Pangan Bulog Baru Sentuh 42 Persen

Menindaklanjuti Lapdu tersebut, pihaknya akan mendalami ke penanggungjawab dari Konida Fitnes Tarakan. Harismand menyebut masih menelusuri apakah lokasi tersebut merupakan aset negara atau murni milik KONI Tarakan.

“Gedungnya di stadiun itukan milik Pemkot, sedangkan KONI kan pisah. Makanya kita juga nanti panggil orang dari Pemkot atau KONI juga,” pungkasnya. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *