Ahli Sebut Kosmetik yang Dikirimkan Melalui Kantor Pos Tak Memiliki Izin Edar

Tarakan82 views

benuanta.co.id, TARAKAN – Sidang lanjutan perkara penyelundupan kosmetik ilegal dengan terdakwa oknum Kepala Kantor PT. Pos Cabang Sungai Nyamuk dan Tarakan memasuki keterangan ahli.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan ahli dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Tarakan. Keterangan ahli ini dibacakan jaksa lantaran ahli yang berhalangan hadir saat sidang pembuktian pekan lalu.

Baca Juga :  DPRD Soroti Celah Pengawasan Aplikator Ojol di Tarakan, Pemda Tak Punya Wewenang Cabut Izin

“Keterangan ahli yang dibacakan, menerangkan bahwa terhadap barang bukti kosmetik tersebut bermerek brilliant dan tidak terdaftar izin BPOM,” kata Kasi Intelijen, Harismand, Rabu (2/8/2023).

Dilanjutkannya, ahli juga menyebutkan bahwa ribuan pcs kosmetik itu berasal dari Malaysia sehingga disimpulkan kosmetik tersebut tak memiliki izin edar. BPOM juga menilai kosmetik tersebut sangat berbahaya apabila digunakan oleh masyarakat. Ketiga terdakwa pun membenarkan keseluruhan keterangan ahli.

Baca Juga :  Masih Terbakar, Sumber Bara di Jalan Pantai Amal Belum Terdeteksi

“Artinya para terdakwa kooperatif dan tidak ada tanggapan lain dari keterangan ahli,” sambungnya.

Pada sidang sebelumnya, sejumlah saksi juga dihadirkan. Di antaranya Manajer Operasional Kantor Pos dan kurir yang menjemput barang dari Sungai Nyamuk ke Tarakan. Ketiga terdakwa Cucu Hidayatullah, oknum Kepala Kantor Pos Sungai Nyamuk, Taufan oknum Kepala Kantor Pos Tarakan dan Jumadi kurir, dihadirkan langsung oleh JPU di persidangan. (*)

Baca Juga :  Fasilitasi Layanan Kependudukan bagi Penyandang Disabilitas lewat Jemput Bola

Reporter: Endah Agustina

Editor: Nicky Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *