benuanta.co.id, TARAKAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menegaskan komitmennya mendorong hubungan industrial yang harmonis, berkeadilan, dan berkelanjutan melalui penguatan sinergi antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha.
Hal itu disampaikan Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang melalui Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kaltara, Bustan saat menghadiri Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Koordinator Wilayah Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (Korwil KSBSI) Provinsi Kaltara di Tarakan, Senin (11/5/2026) sore.
Dalam kesempatan tersebut, Bustan menyebut Rakerwil KSBSI bukan sekadar agenda konsolidasi organisasi, tetapi menjadi ruang strategis dalam merumuskan langkah nyata memperjuangkan kesejahteraan pekerja sekaligus menjaga iklim investasi yang sehat di Kaltara.
“Rakerwil ini bukan hanya menjadi forum konsolidasi organisasi tetapi juga merupakan ruang strategis untuk merumuskan langkah-langkah nyata dalam memperjuangkan kesejahteraan pekerja, sekaligus menjaga iklim investasi yang sehat di Kalimantan Utara dan Kota Tarakan,” ujarnya.
Ia mengatakan, peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei lalu harus menjadi momentum refleksi terhadap kondisi pekerja, khususnya di Kaltara.
Menurutnya, masih terdapat persoalan ketenagakerjaan yang dihadapi buruh, mulai dari jam kerja panjang, upah yang belum layak, hingga perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja yang belum optimal.
“Masih ada buruh yang bekerja dengan jam kerja panjang, menerima upah yang kurang layak, dan tidak mendapatkan jaminan kesehatan dan keselamatan kerja yang belum memadai,” ungkapnya.
Mengusung tema ‘Mewujudkan Hubungan Industrial yang Harmonis, Berkeadilan dan Berkelanjutan di Kalimantan Utara’, Pemprov Kaltara menilai hubungan industrial yang sehat menjadi fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif.
Bustan juga menegaskan Kaltara sebagai provinsi perbatasan dan penyangga Ibu Kota Negara (IKN) memiliki potensi besar, baik dari sisi sumber daya alam maupun posisi strategis nasional. Karena itu, ia menekankan empat poin penting yang harus menjadi perhatian bersama.
Pertama, penguatan sinergi tripartit antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha harus terus dijaga melalui dialog yang produktif dan tidak sekadar seremonial.
Kedua, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal harus menjadi prioritas agar tenaga kerja Kaltara tidak hanya menjadi penonton, tetapi pelaku utama pembangunan daerah.
Ketiga, perlindungan dan kesejahteraan pekerja harus berjalan seiring dengan keberlangsungan usaha.
Keempat, kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan, termasuk jaminan sosial dan keselamatan serta kesehatan kerja (K3), harus menjadi komitmen bersama demi menciptakan lingkungan kerja yang adil dan produktif.
“Saya berharap sumber daya manusia di Kalimantan Utara dapat terus naik kelas atau terus berkembang mengikuti perkembangan zaman,” harapnya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah KSBSI Kaltara, Raden Yusuf mengatakan Rakerwil merupakan amanah organisasi yang wajib dilaksanakan setiap tahun sebagai sarana evaluasi program kerja.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Kaltara dan Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara atas dukungan terhadap pelaksanaan May Day yang kondusif di wilayah tersebut.
“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Gubernur Kalimantan Utara dan Kapolda Kalimantan Utara atas dukungan yang terus diberikan dalam setiap kegiatan May Day,” katanya.
Raden Yusuf turut mengapresiasi keberhasilan Pemprov Kaltara menekan angka pengangguran hingga memperoleh dana insentif dari pemerintah pusat sebesar Rp3 miliar.
Selain itu, KSBSI Kaltara kembali mendorong percepatan pembentukan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) di Kaltara. Menurutnya, langkah gubernur yang telah mengirim surat kepada Mahkamah Agung sejak 2022 menjadi bentuk dukungan nyata bagi pekerja dan serikat buruh di daerah.
“Besar harapan kami agar cita-cita bersama ini segera terwujud. Mari kita kawal bersama-sama agar Pengadilan Hubungan Industrial di provinsi kita dapat segera terealisasi,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Endah Agustina







