Kasus COVID-19 Meningkat Signifikan, Mengurangi Mobilitas Diluar Rumah Masih Sulit Dilaksanakan Masyarakat

benuanta.co.id, NUNUKAN – Kabupaten Nunukan merupakan daerah yang banyak di kunjungi oleh orang salah satu tempat transit Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sehingga penyebaran COVID-19 bisa saja dari pelaku perjalanan. Sehingga diperlukan pengetatan pada pintu masuk, seperti di pelabuhan dan bandara.

Kabag Humas dan Protokol Kabupaten Nunukan Hasan Basri, S.IP mengatakan saat ini perlunya upaya 3T tindakan melakukan tes covid-19 (testing), penelusuran kontak erat (tracing), dan tindak lanjut berupa perawatan pada pasien COVID-19 (treatment) adalah upaya utama penanganan COVID-19.

Baca Juga :  Penataan Kawasan Kumuh Sei Bolong Diminta Tetap Dukung Aktivitas Nelayan

Dengan adanya PPKM Level 4 ini yang dikeluarkan oleh Kemendagri yang lebih banyak mengatur tentang pembatasan pelaku perjalanan yang utama. “Pelaku perjalanan harus memiliki sertifikat vaksin, tes PCR, dan memiliki keperluan mendesak baru di izinkan untuk melakukan perjalanan,” kata Hasan Basri, Rabu 28 Juli 2021.

Selain itu, untuk warung makan, tempat peradangan yang dilakukan pengetatan, dia juga sampai bagi pelaku UMKM wajib untuk dilindungi dan bisa membenahi kondisi keadaan dengan penyebaran COVID-19 yang begitu signifikan di Kabupaten Nunukan.

Baca Juga :  Optimis Kafilah Pemkab Nunukan Raih Prestasi di MTQ KORPRI Kaltara

Sedangkan 5 M seperti menggunakan masker saat berada diluar rumah, kedua rajin mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, ketiga menjaga jarak, dan keempat menghindari kerumunan, serta mengurangi mobilitas diluar rumah.

“Ada empat kategori sering dilaksanakan, namun yang mengurangi mobilitas diluar rumah sedikit susah, dan kita juga selalu sosialisasi hal itu,” jelasnya.

Pandemi COVID-19 adalah masalah bersama sehingga perlu untuk dihadapi bersama, dan bekerja bersama untuk penanganan COVID-19.

Baca Juga :  Program Enuma Berakhir, Pemkab Nunukan Dorong Penguatan Literasi Tetap Berjalan

Hasan Basri mengatakan kecamatan yang saat ini berisiko adalah kecamatan Nunukan, Nunukan Selatan, dan ada dibeberapa kecamatan lainnya seperti di pulau Sebatik itu juga ada peningkatan kasus COVID-19 yang tinggi.

“Kita mengimbau kepada perusahaan agar bisa melakukan vaksin terhadap karyawannya, isolasi mandiri yang terkonfirmasi positif COVID-19, agar masyarakat disekitarnya tidak tertular,” imbuhnya. (*)

Reporter: Darmawan
Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *