benuanta.co.id, NUNUKAN – Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Nunukan masih menghadapi tantangan besar untuk segera berjalan. Meski sejumlah koperasi telah terbentuk dan sebagian gerai tengah dibangun, keterbatasan modal usaha membuat operasional koperasi belum dapat berjalan maksimal.
Kondisi tersebut terungkap dalam evaluasi yang dilakukan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Nunukan bersama Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalimantan Utara terhadap perkembangan KDKMP di wilayah Pulau Nunukan.
Kepala Bidang Koperasi DKUKMPP Nunukan, Siti Hasnah, mengatakan evaluasi dilakukan untuk memetakan kondisi riil koperasi yang telah terbentuk, termasuk kesiapan menjalankan usaha dan hambatan yang masih dihadapi.
Dari hasil evaluasi, terdapat tiga KDKMP di Kecamatan Nunukan yang gerainya masih dalam proses pembangunan. Sementara satu KDKMP di Kecamatan Nunukan Selatan juga berada pada tahap yang sama.
Namun, menurut Siti, persoalan utama yang ditemukan bukan hanya pembangunan sarana fisik. Sebagian besar koperasi juga belum memiliki modal yang cukup untuk memulai kegiatan usaha setelah gerai selesai dibangun.
“Evaluasi ini dilakukan untuk melihat sejauh mana kesiapan dan perkembangan operasional koperasi, termasuk progres pembangunan gerai, kesiapan usaha, serta berbagai kendala yang dihadapi di lapangan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tanpa dukungan modal kerja, koperasi akan kesulitan menjalankan unit usaha yang telah direncanakan. Akibatnya, manfaat ekonomi yang diharapkan dapat dirasakan masyarakat juga belum bisa diwujudkan secara optimal.
“Permodalan menjadi tantangan terbesar saat ini. Setelah gerai selesai dibangun, koperasi tetap membutuhkan modal kerja agar dapat segera beroperasi dan menjalankan berbagai unit usaha yang telah direncanakan,” katanya.
Padahal, Koperasi Merah Putih diproyeksikan menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat desa dan kelurahan. Kehadiran koperasi diharapkan mampu membuka peluang usaha, meningkatkan perputaran ekonomi lokal, sekaligus memberikan manfaat langsung kepada anggotanya.
Karena itu, pemerintah daerah mendorong agar koperasi yang telah terbentuk segera mendapatkan akses pembiayaan sehingga tidak hanya berdiri secara administratif, tetapi benar-benar mampu menjalankan aktivitas usaha.
“Yang paling penting saat ini adalah bagaimana koperasi dapat segera memperoleh dukungan modal usaha. Dengan begitu, KDKMP dapat segera beroperasi, mengembangkan usaha yang produktif, dan memberikan manfaat nyata bagi anggota maupun masyarakat sekitar,” terangnya.
Hasil evaluasi tersebut nantinya akan menjadi bahan untuk menentukan langkah percepatan operasional Koperasi Merah Putih di Kabupaten Nunukan. Hal ini karena, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah koperasi yang terbentuk, tetapi juga dari kemampuan koperasi dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina









