benuanta.co.id, NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan menyiapkan program kemudahan akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai upaya memperkuat permodalan dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Melalui program ini, sekitar 150 pelaku usaha mikro diproyeksikan dapat menerima manfaat pembiayaan.
Program tersebut didukung dengan penyertaan modal sebesar Rp3 miliar yang dialokasikan untuk kredit mikro. Setiap pelaku usaha dapat mengakses pembiayaan dengan plafon maksimal Rp25 juta untuk mendukung pengembangan usaha produktif yang dijalankan.
Kepala Bidang UKM DKUKMPP Kabupaten Nunukan, Mardiana, mengatakan program ini menyasar pelaku usaha mikro, mulai dari pedagang kecil, usaha rumahan, hingga pedagang kaki lima yang membutuhkan tambahan modal untuk mengembangkan usahanya. Menurutnya, program tersebut tidak hanya bertujuan membantu pelaku usaha memperoleh modal, tetapi juga memberikan alternatif pembiayaan yang aman, legal, dan terjangkau bagi masyarakat.
“Pemerintah daerah berharap masyarakat dapat memanfaatkan program ini dengan baik sehingga tidak perlu bergantung pada pinjaman ilegal atau sumber pembiayaan yang berisiko,” ujar Mardiana.
Berdasarkan data pemerintah daerah, saat ini terdapat lebih dari 15.800 UMKM di Kabupaten Nunukan yang terdiri atas usaha mikro, kecil, dan menengah. Namun, tidak seluruhnya dapat menjadi penerima manfaat karena program ini diprioritaskan bagi pelaku usaha mikro yang memenuhi persyaratan.
Pemkab Nunukan optimis program kemudahan akses pembiayaan tersebut dapat memperkuat sektor ekonomi kerakyatan sekaligus meningkatkan produktivitas dan daya saing usaha mikro di daerah. Pendaftaran program akan dibuka setelah petunjuk teknis resmi diterbitkan oleh instansi terkait. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina








