benuanta.co.id, NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan terus memperkuat perlindungan kesehatan bagi masyarakat dengan menambah anggaran jaminan kesehatan pada tahun 2026.
Total anggaran yang disiapkan melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) mencapai Rp37 miliar, meningkat Rp10 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Dinkes P2KB Nunukan, Miskia, mengatakan penambahan anggaran tersebut disesuaikan dengan meningkatnya jumlah penduduk di Kabupaten Nunukan. Selain pertumbuhan penduduk dari angka kelahiran, jumlah pendatang yang menetap di wilayah perbatasan itu juga terus bertambah setiap tahun.
Menurutnya, peningkatan jumlah penduduk berdampak pada bertambahnya kebutuhan pembiayaan layanan kesehatan yang harus ditanggung pemerintah daerah.
“Pada tahun ini kami mengalokasikan anggaran sebesar Rp37 miliar karena jumlah penduduk terus bertambah. Pemerintah daerah juga berkomitmen membantu masyarakat yang kurang mampu agar tetap mendapatkan jaminan kesehatan,” kata Miskia.
Saat ini, Pemkab Nunukan menanggung iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi sekitar 90 ribu warga. Di sisi lain, sekitar 60 ribu warga lainnya memperoleh bantuan iuran yang dibiayai pemerintah pusat melalui APBN.
Dengan demikian, jumlah penerima manfaat JKN gratis di Kabupaten Nunukan mencapai sekitar 150 ribu orang. Angka tersebut turut mendorong cakupan kepesertaan jaminan kesehatan di Nunukan hingga mencapai 97 persen dari total penduduk.
“Cakupan kepesertaan kita sudah 97 persen. Selain 150 ribu warga yang mendapatkan JKN gratis, masih ada juga peserta yang membayar iuran secara mandiri,” ujarnya.
Miskia menambahkan, tingginya cakupan kepesertaan tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan pemerintah dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat.
Sehingga, pemerintah daerah akan terus mengalokasikan dukungan anggaran agar program jaminan kesehatan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Ia berharap seluruh warga yang memenuhi syarat dapat terdaftar sebagai peserta jaminan kesehatan sehingga tidak mengalami kendala saat membutuhkan pelayanan medis.
“Dengan dukungan anggaran yang terus ditingkatkan, kita menargetkan akses layanan kesehatan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina








