UGM dan Pemkab Nunukan Bersinergi, Wujudkan Perbatasan jadi Pusat Ekonomi Baru

benuanta.co.id, NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan terus memperkuat langkah pembangunan kawasan perbatasan melalui kolaborasi strategis dengan Universitas Gadjah Mada untuk memulai rangkaian kerja sama bersama Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) dalam mendorong percepatan pembangunan daerah perbatasan.

Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kabupaten Nunukan Robby Nahak Serang mengatakan bahwa, audiensi ini menjadi langkah awal memperkuat sinergi lintas sektor, khususnya dalam pengelolaan data strategis, perlindungan pekerja migran Indonesia, pengawasan arus barang dan jasa di wilayah perbatasan, serta pengembangan potensi ekonomi berbasis sektor perikanan.

“Kolaborasi dengan UGM menjadi langkah penting dalam memperkuat pembangunan kawasan perbatasan berbasis data dan potensi daerah. Kami berharap lahir rekomendasi konkret yang mampu mendorong Nunukan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah perbatasan,” ujar Robby Nahak Serang pada Selasa, (12/5/2026).

Baca Juga :  Pemkab Nunukan Perkuat Pemantauan hingga Peringatan Tsunami Resmi Berakhir

Menurutnya, kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Kabupaten Nunukan sebagai kawasan perbatasan yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional, terutama di wilayah utara Kalimantan.

“Nunukan memiliki posisi strategis sebagai beranda terdepan Indonesia. Melalui sinergi akademisi dan pemerintah daerah, kami ingin menghadirkan model pembangunan perbatasan yang lebih inovatif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Nunukan Apresiasi Kontribusi KKSS dalam Mendukung Pembangunan dan Harmoni Sosial

Rangkaian agenda akan berlanjut pada Selasa (12/5/2026) melalui Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Kawasan Perbatasan Kabupaten Nunukan Tahun 2026 yang digelar di Kantor Bupati Nunukan. Kegiatan ini mengusung tema “Transformasi Nunukan Menuju New Economic Hub”.

Rapat koordinasi tersebut dijadwalkan dihadiri perwakilan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), serta kalangan akademisi dan pemangku kepentingan lainnya.

Baca Juga :  Wabup Hermanus Resmikan Program MBG di Sembakung Atulai

Melalui sinergi antara Pemkab Nunukan dan UGM, diharapkan lahir berbagai rekomendasi konkret dan kebijakan berbasis riset yang mampu mempercepat pembangunan kawasan perbatasan sekaligus menjadikan Nunukan sebagai motor ekonomi baru dan garda terdepan Indonesia. (*)

Reporter: Soni Irnada

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *