benuanta.co.id, BERAU– Pesona Pulau Derawan memang tak ada habisnya bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Namun, di balik keindahannya, ada sebuah ancaman nyata yang kini sedang diperangi serius oleh Pemerintah Kabupaten Berau.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, menegaskan Pulau Derawan kini resmi menjadi pilot project nasional maupun internasional dalam penanganan sampah melalui TPS 3R (Reuse, Reduce, Recycle).
Ia menekankan, pengelolaan sampah di wilayah ini harus dilakukan dengan cara yang jauh lebih bijak. Secara khusus, Gamalis memberikan imbauan keras kepada para pengunjung yang datang menikmati pasir putih Derawan.
Ia meminta juga masyarakat untuk menghentikan kebiasaan membawa kemasan plastik sekali pakai.
“Kita menghimbau kepada masyarakat pengunjung agar supaya tidak terlalu sering membawa atau mengonsumsi sesuatu yang melewati (menggunakan) sampah plastik,” ujar Gamalis, Rabu (13/5/2026).
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Berdasarkan data yang dipaparkan, saat ini pengelolaan sampah di Berau sudah mencapai angka 67 persen, namun masih ada sekitar 33 persen sampah yang belum terkelola dengan baik.
Tak hanya menyasar wisatawan, Gamalis juga menyentil pihak pengelola hotel dan penginapan di kawasan wisata mulai dari Biduk-biduk, Nyadeng, hingga Pulau Maratua.
Ia meminta pihak hotel tidak lagi menyediakan air minum dalam kemasan botol plastik di kamar-kamar.
“Hotel-hotel jangan lagi menggunakan botol mineral (sekali pakai). Gunakan seperti hotel-hotel yang sudah maju, mereka menggunakan refill (isi ulang),” tegasnya.
Sebagai gantinya, wisatawan sangat disarankan untuk membawa botol minum sendiri atau tumbler guna mengurangi timbulan limbah plastik yang membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai.
Keseriusan Pemkab Berau dalam menangani isu lingkungan ini akan segera diperkuat dengan payung hukum. Gamalis membocorkan tahun ini pihaknya tengah menyusun Peraturan Bupati (Perbup) tentang pengurangan penggunaan wadah plastik.
“Tahun ini kita akan mengeluarkan satu rancangan pengurangan penggunaan wadah plastik. Perbup-nya lagi disusun,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina







