benuanta.co.id, NUNUKAN – Anggota DPRD Nunukan, Donal menyoroti persoalan penyaluran bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang dinilai tidak berjalan sesuai harapan masyarakat.
Menurutnya, masih banyak warga di daerah pelosok seperti Kabudaya dan sekitarnya justru terjebak dalam ketidak pastian.
Hal ini lantaran penyaluran bantuan PKH dinilai memiliki banyak problem mulai dari penerima yang terdaftar namun tidak menerima uang bantuan, sampai kasus penerima yang hanya sekali mendapatkan bantuan sebelum kemudian menghilang dari sistem tanpa alasan yang jelas.
“Banyak dari warga khususnya di wilayah Sebuku dan Sembakung mengeluhkan hal ini lantaran saat nama mereka terdaftar dalam list penerima, namun saat pencairan saldo di kartu PKH tetap kosong,” kata Donal.
Donal menegaskan pihak terkait seharusnya segera mengevaluasi hal ini, pasalnya masalah tersebut telah terjadi selama bertahun-tahun.
“Segelintir masyarakat di wilayah Kabudaya contohnya. Setiap ada informasi pencairan dana bantuan PKH ada saja warga yang terdaftar namanya tetapi tidak menerima bantuan sama sekali. Hal ini dianggap hanya memberikan harapan palsu bagi segelintir warga yang kurang mampu,” jelasnya.
Sehingga, ia berharap Kementerian Sosial dapat segera mengevaluasi hal ini serta memberikan solusi konkret agar masyarakat yang tercatat sebagai penerima PKH dapat segera mendapatkan kepastian.
Donal juga menekankan agar pihak terkait lebih masif dalam melakukan sosialisasi dan edukasi, agar masyarakat dapat mengetahui apa yang menjadi alasan mereka tidak menerima bantuan tersebut.
Sehingga nantinya masyarakat dapat mengambil langkah cepat, baik melapor ke pihak desa agar dimasukkan ke daftar penerima bantuan dari dana desa maupun untuk memperbaiki data diri jika diperlukan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina







