Pasokan Embung Bolong Menipis, Warga Nunukan Selatan Terancam Krisis Air Bersih  

benuanta.co.id, NUNUKAN – Warga Kecamatan Nunukan Selatan mengeluhkan Air Minum Tirta Taka Kabupaten Nunukan, tidak mengalir sejak 2 hari terakhir hingga Kamis, 15 Desember 2022.

“Sudah dua hari tidak mengalir air. Biasanya itu lancar saja setiap hari selalu mengalir, tapi sekarang sudah tidak mengalir lagi,” keluh Ryan (20) warga Kelurahan Nunukan Selatan.

Baca Juga :  Kemenag dan DPRD Nunukan Cari Solusi Turunnya Pendaftar Madrasah dan Ponpes

Dia menambahkan mandetnya aliran air bersih membuat berbagai aktivitas masyarakat juga menjadi terhambat. “Kami tidak ada air buat mendi dan cuci baju. Kondisi ini membuat warga jadi kesusahan,” katanya.

Senada juga diutarakan warga lainnya, Irwan yang menyebut apa yang terjadi di Kecamatan Nunukan Selatan cukup aneh. Sebab air PDAM tetap mengalir di tempat lain seperti di Nunukan kota.

Baca Juga :  Ditinggal Salat Jumat, Satu Rumah Warga di Desa Binusan Nyaris Ludes Terbakar

“Ini sudah dua hari, sebenarnya aneh juga karena aliran air PDAM ke warga Nunukan Selatan tidak mengalir,” jelasnya.

Menanggapi persoalan tersebut, Direktur Perumda Air Minum Tirta Taka, Masdi mengatakan, terhentinya pelayanan air bersih di Nunukan Selatan diakibatkan curah hujan yang minim sehingga ketersediaan air baku di Embung Bolong juga ikut krisis.

Baca Juga :  WNA Asal Malaysia Ketahuan Masuki Wilayah Indonesia lewat Jalur Ilegal

“Air di Embung Bolong menipis, sehingga pelayanan terganggu. Karena pasokan berkurang ke pelanggan. Saat ini kita coba lakukan mengalir berzona sesuai volume air yang ada saja,  dan mohon doanya agar hujan segera turun,” tandasnya. (*)

Reporter:  Darmawan

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *