Polsek Sembakung Patroli Pakai Perahu Tangani Warga Terdampak Banjir

benuanta.co.id, NUNUKAN – Banjir di wilayah Kabupaten Nunukan telah merendam sebanyak 13 desa di dua kecamatan di Sembakung dan Sembakung Atulai akibat meluapnya sungai yang berbatasan dengan Sabah, Malaysia.

Kapolsek Sembakung Ipda Isak Panggala mengatakan, debit air pada Kamis (6/1) telah mencapai 4,7 meter. “13 desa di dua kecamatan terendam air,” ungkapnya.

Baca Juga :  2 Pengedar Sabu di Nunukan Diamankan Tim Gabungan, Barbuk 81 Gram dan 42.100 Ringgit Malaysia Turut Disita

Desa yang terendam air di Kecamatan Sembakung yakni Desa Tagul, Atap, Manuk Bungkul, Lubakan, Tujung, Pagar dan Labuk. Sedangkan di Kecamatan Sembakung Atulai yakni Desa Pulau Keras, Liuk Bulu, Binanun, Sabuluan, Lubok Buat dan Katul.

“Desa yang paling parah yaitu di desa Atap, rumah yang terendam di desa Atap sebanyak 123 rumah,” jelasnya.

Baca Juga :  Liquid Ganja Sintetis Ancam Pelajar di Nunukan, Polisi Tekankan Peran Pengawasan Orang Tua

Polsek Sembakung melakukan patroli yang terdiri dari dua shift, satu shift terdiri dari lima personel kepolisian yang berkeliling desa menggunakan kapal untuk memantau keadaan warga desa.

“Tujuan kami melakukan patroli ini untuk mendata warga yang rumahnya terendam air juga langsung menolong warga yang terdampak banjir,” ungkap Isak.

Aparat dari Polsek Sembakung saat patroli menggunakan kapal selain membagikan logistik, juga memberikan himbauan kepada warga untuk mengamankan barang-barang berharga yang ada di dalam rumah mereka.

Baca Juga :  Band GIGI Meriahkan Malam Puncak HUT ke-27 Nunukan, Ini Prakiraan Cuaca Lengkap BMKG

Pihaknya terus terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan dengan mendirikan posko bantuan. “Saat ini logistik untuk warga selama tiga hari ke depan masih mencukupi,” tandas Isak. (*)

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *