Lomba Perahu Dayung Sungai Kayan Tetap Digelar di Tengah Kabut Asap

benuanta.co.id, BULUNGAN – Festival Lomba Perahu Dayung dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Tanjung Selor ke-236 dan Kabupaten Bulungan ke-66 tahun ini terasa berbeda. Jika tahun sebelumnya warga menikmati kemeriahan perlombaan tanpa kondisi serupa, kali ini kabut asap masih menyelimuti ibu kota Bulungan di tengah sengitnya persaingan para peserta di Sungai Kayan.

Lomba perahu dayung yang dimulai sejak Rabu (14/10/2026) ini akan berlangsung hingga babak final pada 18 Oktober mendatang. Selama dua hari perlombaan, para peserta terus beradu kecepatan untuk menjadi yang tercepat mencapai garis finis.

Di tengah semangat para pendayung yang berjuang mengayuh perahu, kabut asap masih terlihat menyelimuti kawasan Tanjung Selor.

Kondisi tersebut menjadi pemandangan berbeda dalam perayaan tahun ini, ketika masyarakat berkumpul untuk menyaksikan salah satu perlombaan yang menjadi daya tarik Festival Sungai Kayan.

Sejak pagi hingga sore hari, para peserta tampak berjuang melintasi Sungai Kayan. Mereka mengerahkan tenaga untuk menjaga kecepatan perahu sekaligus mengungguli lawan di lintasan.

Baca Juga :  Niat Urus Sertifikat Tanah di ATR/BPN, Ridwan Malah Mengaku Rugi Hampir Setengah Miliar

Antusiasme masyarakat pun tidak kalah ramai. Warga terlihat memadati tepian sungai di kawasan Tanjung Selor untuk memberikan dukungan kepada tim jagoan masing-masing. Penonton dari kawasan Tanjung Palas juga turut menyaksikan jalannya perlombaan.

Meski suasana festival tahun ini ditemani kabut asap, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para peserta untuk memberikan penampilan terbaik.

Bayu, salah satu peserta asal Kampung Arap yang tergabung dalam perahu bernama Kampung Tua, mengatakan dirinya bersama tim tetap bersemangat mengikuti perlombaan tahun ini.

“ Kami tetap semangat ikut lomba, walaupun udara kita seperti ini tidak menghalangi saya rasa,” ujarnya, Kamis (15/10/2026).

Ia menjelaskan, persiapan telah dilakukan sejak jauh hari, mulai dari latihan fisik hingga kesiapan mental. Bahkan, timnya sudah berlatih hampir satu bulan untuk menghadapi perlombaan tersebut.

Baca Juga :  Pria Ini Bawa Mandau Mengamuk di Depan Kantor Kodim Bulungan

Usaha itu pun mulai membuahkan hasil. Bayu mengaku senang karena timnya berhasil meraih posisi ketiga dan melaju ke babak pengisian.

“Cukup senang sekali, kita juara 3 dan masuk babak pengisian,” katanya.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi penyemangat bagi tim untuk terus memberikan penampilan terbaik pada pertandingan berikutnya.

Semangat serupa juga dirasakan Rustam, peserta dari tim Perahu Mandau. Ia mengaku kondisi udara yang berbeda dari tahun sebelumnya tidak membuat timnya kehilangan semangat untuk berlaga.

“Pastinya kami semua tetap semangat ikut lomba, walaupun sedikit berbeda untuk tahun ini,” ungkapnya.

Rustam mengatakan, timnya juga telah menjalani latihan selama hampir satu bulan untuk memperkuat fisik dan menjaga kekompakan saat bertanding.

Namun, di balik semangat para pendayung, ia mengakui ada kendala yang dirasakan selama perlombaan berlangsung. Salah satunya adalah jarak pandang yang terganggu akibat kabut asap.

Kondisi tersebut membuat para peserta sedikit kesulitan memperkirakan jarak menuju garis finis, terlebih penanda finis menggunakan bendera yang tidak selalu terlihat jelas dari kejauhan.

Baca Juga :  Polisi Sita 70 Paket Sabu dan Dua Pelaku di Mangku Padi Bulungan

“Pandangan ya, yang cukup terganggu jadi kita tidak terlalu bisa memprediksi finisnya sudah dekat atau masih jauh, karena pakai bendera kan jadi tidak terlalu terlihat,” jelasnya.

Meski begitu, Rustam mengatakan gangguan pernapasan belum menjadi kendala yang menonjol selama perlombaan berlangsung. Ia bersyukur kondisi kabut asap saat itu tidak terlalu tebal, meskipun masih terlihat menyelimuti kawasan sungai.

“Kalau pernapasan masih sama saja karena sudah tidak terlalu kabut walaupun masih ada,” tambahnya.

Para peserta kembali bersiap menghadapi pertandingan selanjutnya. Mereka berharap perjuangan di atas Sungai Kayan tidak hanya berakhir dengan hasil terbaik, tetapi juga berlangsung dengan kondisi udara yang semakin membaik hingga babak final pada 18 Oktober mendatang dan seterusnya. (*)

Reporter: Alvianita
Editor: Ramli