Charger HP Diduga Jadi Biang Kerok Kebakaran Rumah di Jelarai Selor

benuanta.co.id, BULUNGAN – Warga Jalan Bilulung RT 34, Desa Jelarai Selor, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, dibuat geger dengan kebakaran yang melanda satu unit rumah milik Suhandi, Kamis (15/10/2026) pagi.

Api diduga berasal dari stopkontak pengisi daya handphone (HP) di salah satu kamar. Akibat kejadian ini, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp400 juta.

Ps Kasubsi PIDM Sihumas Polresta Bulungan, Hadi Purnomo, menjelaskan kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 08.20 Wita oleh Hijrah, anak pemilik rumah.

Baca Juga :  Lomba Perahu Dayung Sungai Kayan Tetap Digelar di Tengah Kabut Asap

“Saat itu, saksi melihat api berasal dari dalam kamar orang tuanya. Api kemudian menjalar keluar melalui jendela, menyambar dinding papan, hingga merambat ke bagian atap rumah,” ujarnya, Kamis (15/10/2026).

Melihat api mulai membesar, Hijrah langsung berteriak meminta pertolongan. Saat kejadian, Suhandi sedang memperbaiki pintu samping rumah. Sementara istrinya, Septi, berada di belakang rumah untuk memasak.

Baca Juga :  Niat Urus Sertifikat Tanah di ATR/BPN, Ridwan Malah Mengaku Rugi Hampir Setengah Miliar

Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 08.40 Wita dan langsung melakukan pemadaman. Sebanyak delapan unit mobil pemadam kebakaran Kabupaten Bulungan dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut.

Pemadaman juga dibantu satu unit kendaraan Armoured Water Cannon (AWC) milik Satbrimob Polda Kaltara, personel Polresta Bulungan, serta masyarakat setempat.

Setelah sekitar satu jam melakukan pemadaman, api akhirnya berhasil dikendalikan pada pukul 09.40 Wita.

Baca Juga :  PWI Bulungan Dorong Siswa Kreatif dan Kritis Mengolah Informasi

Hadi mengatakan, berdasarkan keterangan Suhandi, sumber api diduga berasal dari stopkontak pengisi daya HP yang berada di kamar Hijrah.

“Berdasarkan keterangan pemilik rumah, api diduga berasal dari stopkontak pengisi daya handphone yang berada di kamar anaknya. Untuk kerugian materi diperkirakan mencapai Rp400 juta,” pungkasnya. (*)

Reporter: Alvianita
Editor: Ramli