benuanta.co.id, NUNUKAN – Persediaan darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Nunukan hanya tersisa 70 kantong. Seluruh golongan darah A, B, O, dan AB masuk kategori kurang, sehingga partisipasi masyarakat untuk mendonorkan darah masih dibutuhkan.
Berdasarkan data Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Nunukan per Rabu (14/10/2026) pukul 08.00 WITA, golongan darah AB menjadi yang paling sedikit dengan persediaan lima kantong.
Sementara itu, golongan darah B tersedia 11 kantong, golongan O sebanyak 26 kantong, dan golongan A sebanyak 28 kantong. Meski jumlahnya berbeda, seluruh golongan darah tersebut masih masuk kategori kurang.
Ketua PMI Kabupaten Nunukan, Saddam Husein, mengajak masyarakat yang memenuhi persyaratan kesehatan untuk berpartisipasi dalam donor darah sukarela. Langkah ini diperlukan untuk membantu menjaga ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan transfusi.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan kesehatan, terutama ketika persediaan darah di UDD PMI Nunukan masih terbatas. Sehingga, ketersediaan darah perlu dijaga secara berkelanjutan agar kebutuhan pasien dapat terpenuhi.
“Kebutuhan darah dapat muncul sewaktu-waktu, baik untuk pasien kecelakaan, tindakan operasi, komplikasi persalinan, maupun penanganan penyakit tertentu,” terang Saddam.
Di sisi lain, persediaan darah terus berubah mengikuti jumlah pendonor dan kebutuhan pasien. Jika jumlah darah yang terkumpul tidak sebanding dengan kebutuhan, stok yang tersedia berpotensi semakin menipis.
PMI pun mengharapkan masyarakat tidak menunggu hingga persediaan darah semakin berkurang untuk ikut berdonor. Donor darah secara sukarela menjadi salah satu cara masyarakat membantu pasien yang membutuhkan darah sesuai golongan dan kebutuhan medisnya.
Selain mengupayakan ketersediaan darah, PMI Kabupaten Nunukan juga menjalankan aktivitas rutin posko, menyiagakan layanan pertolongan pertama dan ambulans, serta melaksanakan kegiatan donor darah.
“Mobil unit donor darah tercatat berada di Kantor Bank BPD di kawasan TVRI, jadi masyarakat yang ingin melakukan donor darah bisa ke sana ataupun langsung ke kantor PMI Nunukan,” jelasnya.
Dengan seluruh golongan darah masih dalam kategori kurang, PMI berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak menjadi pendonor sukarela. Ia berharap partisipasi masyarakat dapat membantu menjaga ketersediaan darah di Kabupaten Nunukan sehingga kebutuhan pasien dapat terus terpenuhi. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina







