Banjir Kiriman Malaysia Masih Rendam 5 Kecamatan di Nunukan

benuanta.co.id, NUNUKAN – Sudah dua hari terakhir banjir kiriman dari Sabah, Malaysia masih merendam pemukiman warga di lima kecamatan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) sejak Selasa, 4 Januari 2022.

Lima kecamatan yang terdampak di antaranya Kecamatan Lumbis Pansiangan, Lumbis Ogong, Lumbis, Sembakung Atulai dan Kecamatan Sembakung. Air dari hulu sungai Lumbis Pansiangan, diketahui geografisnya berbatasan langsung dengan Sabah, Malaysia.

Melihat hal itu, Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid mengatakan telah mendapatkan laporan dari camat di wilayah yang terdampak banjir, dan akan terus melakukan pemantauan. Sekaligus menginstruksikan BPBD Nunukan agar turun ke lapangan untuk menyiapkan posko.

Baca Juga :  Dua Sapi Kurban Banmas Presiden Hampir 1 Ton Diserahkan ke Masjid Al-Kautsar

“Saya juga ingatkan ke camat agar bisa ungsikan warganya ke tempat yang tinggi agar bisa lebih aman,” kata Laura, kepada benuanta.co.id, Rabu (5/1/2022).

BANJIR : Rumah warga yang terendah banjir di Kecamatan Lumbis. (FOTO: IST)

Tim BPBD saat ini masih menghimpun data-data untuk menetapkan status tanggap darurat bencana ini. Sebab, untuk menetapkan status tersebut berdasarkan fakta di lapangan. “Itu tergantung dinamika atau fakta yang ada dilapangan. Saya ingatkan warga harus tetap waspada,” jelasnya.

Baca Juga :  Satpol PP Nunukan Intensifkan Pengawasan Pedagang di Pasar Tani Alun-Alun

Terpisah, Plt. BPBD Kabupaten Nunukan Muhammad Amin menyampaikan pihaknya telah melakukan monitoring beberapa hari yang lalu. Baik informasi dari tim yang ada di setiap kecamatan, hingga saat ini debit air semakin naik ditambah curah hujan cukup tinggi.

“Hari ini, Rabu (5/1/2022) personil BPBD Nunukan akan turun ke lapangan. Air masih ada kenaikan namun tidak secara signifikan,” ujar Muhammad Amin.

Baca Juga :  Bocah 12 Tahun di Sembakung Atulai Tewas Tertimpa Pohon

Sementara itu, Kepala Desa Lumbis, Eddy menyampaikan kondisi terkini di wilayahnya air masih cukup tinggi. “Pagi ini rumah kami masih terendam air setinggi lutut,” singkat Eddy. (*)

Reporter : Darmawan

Editor : Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *