3 Orang TKI Positif Covid-19, Satgas Antisipasi Varian Omicron Kirim Sampel ke Balitbangkes

benuanta.co.id, NUNUKAN – Sebanyak 229 Tenaga kerja Indonesia (TKI) dideportasi Pemerintah Malaysia ke Kabupaten Nunukan pada Jumat 10 Desember 2021 lalu. Alhasil, ditemukan 3 orang terkonfirmasi positif Covid-19.

Ketiga TKI terkonfirmasi positif ini sesuai dengan hasil pemeriksaan antigen dan Hasil Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) yang diambil oleh tim medis dari Dinas Kesehatan dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Nunukan saat tiba di Pelabuhan Tunon Taka.

Hal itu juga dibenarkan oleh juru bicara percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Nunukan Hasan Basri mengatakan, betul adanya tiga orang TKI terkonfirmasi positif dan hasil sampel dikirim ke Balitbangkes untuk pemeriksaan Whole Genome Sequencing, (WGS) yang mendeteksi varian virus korona.

Baca Juga :  Wakil Ketua I DPRD Nunukan Serap Aspirasi Warga Yamaker untuk Program Pembangunan

“Ia betul ada deportasi ratusan orang dan ternyata saat dialkukan swab ada yang terkonfirmasi sebanyak tiga orang, mereka langsung diisolasi dan diberikan pengobatan, untuk hasil sampel di bawah ke Balitbangkes untuk diteliti apakah ini varian baru atau tidak,” kata Hasan Basri, kepada benuanta.co.id, Senin (13/12/2021).

Perlu diwaspadai dengan adanya varian baru yakni Omicron yang berasal dari Afrika disinyalir sudah masuk ke Malaysia. Tidak menutup kemungkinan bisa masuk dari TKI yang dideportasi ke Indonesia melalui Nunukan.

Baca Juga :  Cegah Kebakaran, Damkar Nunukan Gencarkan Inspeksi dan Penyuluhan di Kios Penjual BBM

Walaupun begitu pemulangan TKI ini juga tidak bisa di tolak karena mereka juga bagian dari warga Indonesia, namun pemerintah daerah Kabupaten Nunukan hanya melakukan langkah-langkah agar virus varian baru tidak masuk ke Nunukan dengan cara pengetatan protokol kesehatan.

“Kita meminta kepada konsulat yanga di Malaysia agar melakukan swab terlebih dahulu TKI yang dideportasi,” jelasnya.

Baca Juga :  Komisi II DPRD Nunukan Soroti Mandeknya Proyek Waduk Mamolo Senilai Rp1,9 Miliar

Selain itu, pihaknya juga melakukan swab antigen dan RT-PCR di pelabuhan Tunon Taka Nunukan sebelum TKI masuk di penampungan. Karena bisa saja itu terpapar diperjalanan dan sebagainya.

“Untuk hasil sampel yang dikirim ke Balitbangkes ini kita perkirakan satu atau dua Minggu baru ada dua hasil,” tutupnya. (*)

Reporter: Ramli

Editor: Matthew

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *