NUNUKAN – Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura Hafid SE MM menyambut kedatangan prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) Arhanud 16/Sula Bhuana Cakti (SBC) di Kabupaten Nunukan, Ahad 3 Januari 2021, di Pelabuhan Tunon Taka. Prajurit ini akan bertugas sebagai Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) di wilayah Kabupaten Nunukan.
Pergantian ini lantaran berakhirnya masa tugas Pengamanan Perbatasan Batalyon Infanteri 623 Bhakti Wira Utama, sehingga diganti pasukan dari Batalyon Arhanud 16/SBC.

Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura Hafid menyampaikan, ini merupakan kekuatan dan kesempatan untuk terus melanjutkan tugas, karya dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara. Lebih khusus kepada yang mengemban tugas negara untuk menjaga keutuhan NKRI di tapal batas dalam satuan tugas pengamanan perbatasan RI-Malaysia.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Infanteri 623 Bhakti Wira Utama. Pergantian pasukan pengamanan perbatasan ini rutin dilakukan setiap sembilan bulan secara bergiliran,” kata Bupati Laura kepada benuanta.co id, Ahad (3/1/2021).
Hari ini, secara resmi menyambut kedatangan Batalyon Arhanud 16/SBC yang akan bertugas selaku Satgas pengamanan perbatasan di wilayah Kabupaten Nunukan. Para prajurit diharapkan bisa mengembankan tugas dan amanah sebaik mungkin, dalam rangka menjaga kedaulatan NKRI di wilayah Indonesia, khususnya di Kabupaten Nunukan.

Laura juga tidak lupa memperkenalkan wilayah Kabupaten Nunukan kepada prajurit Batalyon Arhanud 16/SBC yang akan mengemban tugas di wilayah Nunukan. Kabupaten Nunukan yang terdiri dari 21 kecamatan, sebagian besar wilayahnya berbatasan langsung dengan negara tetangga, Malaysia, baik dengan negara bagian Sarawak maupun negara bagian Sabah. Tapal batas yang ada juga meliputi batas darat dan laut, serta kawasan perairan lainnya yang kadang kala masih menimbulkan permasalahan.
Dengan dasar itulah, maka penanganan masalah perbatasan, khususnya yang berkenaan dengan pengamanan wilayah teritorial membutuhkan perhatian yang serius, yang diwujudkan dengan infrastruktur dan peningkatan sarana prasarana pengamanan perbatasan.
“Pergantian ini adalah dalam bentuk upaya penyegaran bagi personel pengaman perbatasan. Sehingga diharapkan pasukan yang bertugas dapat tetap solid, tetap teguh, dan siap, serta waspada terhadap adanya ancaman tantangan dan gangguan kedaulatan NKRI di perbatasan,” jelasnya.(*)
Reporter: Darmawan
Editor : M. Yanudin







