Laura Sampaikan Beberapa Permasalahan Perbatasan kepada Yonif Arhanud 16/SBC

NUNUKAN – Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura Hafid SE MM dalam penyambutan kedatangan prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) Arhanud 16/Sula Bhuana Cakti (SBC) di Kabupaten Nunukan, Ahad 3 Januari 2021, di Pelabuhan Tunon Taka, menyampaikan beberapa permasalahan yang berkenaan dengan pengamanan di wilayah perbatasan.

Selain itu, Bupati Laura juga mengucapkan terima kasih kepada Batalyon Infanteri 623 Bhakti Wira Utama (BWU) yang telah menjalankan tugasnya mengamankan wilayah Kabupaten Nunukan kurang lebih selama 9 bulan.

“Saya atas nama pemerintah serta mewakili seluruh masyarakat Kabupaten Nunukan mengucapkan banyak terima kasih kepada Batalyon Infanteri 623 Bhakti Wira Utama atas jasa, tenaga dan pikiran yang telah diberikan kepada masyarakat yang ada di wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan. Semoga apa yang telah saudara sekalian berikan dapat bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Nunukan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ucapnya.

Baca Juga :  Perputaran Ekonomi Paras Fest 2026 Tembus Rp12,6 Miliar

Baca Juga: Pergantian Satgas Pamtas, Bupati Laura Sambut Kedatangan Prajurit Yonif Arhanud 16/SBC

Beberapa permasalan disampaikan Bupati Laura kepada Yonif Arhanud 16 Sula Bhuana Cakti (SBC) pada saat menjadi inspektur Upacara (Irup). Yakni permasalahan pengamanan tapal batas atau lpatok batas antar negara yang rawan terhadap upaya penggeseran yang mengancam kedaulatan wilayah NKRI.

Baca Juga :  Dari Pertambangan hingga Perbankan, 15 Perusahaan Ikut Andil di Job Fair 2026 Nunukan

Pengamanan lalu lintas keluar masuk orang, terutama tenaga kerja ilegal termasuk kemungkinan adanya jaringan terorisme, pengamanan lalu lintas keluar masuk barang yang tidak sesuai aturan yang berlaku, terutama masalah narkoba, penanganan masalah illegal logging, illegal fishing dan sumberdaya alam lainnya.

Kemudian permasalahan sosial akibat kesenjangan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan, tantangan kondisi geografis yang menghambat pembukaan akses ke wilayah terpencil, terutama di kecamatan Lumbis Ogong, Lumbis Pansiangan dan Lumbis Hulu, serta 5 kecamatan di dataran tinggi Krayan.

Baca Juga :  Anak di Nunukan Simpan Jenazah Ibu Sepekan Lamanya, Jasad Korban Ditemukan Membusuk Terbungkus 3 Lapis Kain

Adanya pandemi Covid – 19 yang berdampak di Kabupaten Nunukan, terlebih di wilayah perbatasan negara yang sulit transportasi dan komunikasi, juga menjadi tantangan.

“Dari beberapa permasalahan itu saya mengajak kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada personel Batalyon Arhanud 16/SBC untuk saling bahu membahu, menyatukan persepsi tentang penanganan permasalahan wilayah perbatasan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing. Sehingga terjalin harmoni yang lebih baik di antara semua komponen yang ada,” imbuhnya. (*)

Reporter: Darmawan
Editor : M. Yanudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *