Sekolah Garuda Hadir di Bulungan, Perkuat Pengembangan Talenta Sains dan Teknologi

benuanta.co.id, BULUNGAN – Pembangunan SMA Unggul Garuda di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), ditargetkan rampung untuk tahap pertama pada akhir 2026. Kehadiran sekolah ini diharapkan memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus mendorong pengembangan talenta muda di bidang sains dan teknologi.

Direktur Bina Talenta Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Adi Nuryanto, mengatakan pengembangan SMA Unggul Garuda merupakan langkah strategis pemerintah untuk mencetak generasi muda yang mampu bersaing di tingkat global, khususnya dalam bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).

Baca Juga :  UPTD TIKP Disdikbud Kaltara Dorong Guru SMA Tana Tidung Kembangkan Konten Digital Pendidikan

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Sekolah Garuda Open House di Kabupaten Bulungan, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan tersebut memperkenalkan program pendidikan sekaligus perkembangan pembangunan sekolah Garuda di Kaltara.

Menurut Adi, pengembangan Sekolah Garuda bertumpu pada tiga pilar utama, yakni pemerataan akses pendidikan berkualitas, pembentukan pemimpin masa depan, serta pembelajaran yang mampu menghasilkan solusi bagi persoalan nyata di masyarakat.

“Melalui konsep tersebut, siswa tidak hanya didorong untuk unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan, kemandirian, dan kepedulian sosial,” ujarnya.

Baca Juga :  Disdikbud Kaltara Arahkan Program Seni Selaras dengan Kebijakan Pusat

Ia menilai, kehadiran SMA Unggul Garuda di Bulungan menjadi langkah penting untuk memperluas pemerataan pendidikan. Terlebih, Kaltara memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan negara tetangga.

Selain membuka akses pendidikan, pembangunan sekolah ini juga diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun kebanggaan daerah.

Meski demikian, proses pembangunan menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kondisi geografis, cuaca, distribusi logistik, hingga pengadaan material. Adi menyebut pembangunan tetap berjalan melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah.

Baca Juga :  Kondisi Geografis Jadi Tantangan Pemerataan Fasilitas Pendidikan di Nunukan

“Tahap pertama pembangunan ditargetkan rampung pada akhir 2026, sehingga kegiatan belajar mengajar di lokasi tersebut dapat dimulai pada semester berikutnya,” katanya.

Melalui pembangunan SMA Unggul Garuda Bulungan, pemerintah berharap pengembangan sumber daya manusia di wilayah perbatasan semakin kuat. Sekolah ini juga diproyeksikan menjadi salah satu pusat pembinaan generasi muda yang memiliki kompetensi akademik, karakter kepemimpinan, dan daya saing internasional. (adv)

Reporter: Ike Julianti
Editor: Ramli