Pemkab Nunukan Perkuat Kewaspadaan Dini ATHG di Wilayah Perbatasan

benuanta.co.id, NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) terus memperkuat sistem kewaspadaan dini di wilayah perbatasan.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Komunikasi Sosial Kewaspadaan Dini Cegah Dini Potensi ATHG (Ancaman, Tantangan, Hambatan dan Gangguan) Bidang Kewaspadaan Nasional yang digelar di Kantor Kecamatan Sebatik Barat, Jumat (22/05/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 11.30 WITA itu melibatkan berbagai unsur strategis masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat hingga kalangan pemuda.

Kepala Bakesbangpol Kabupaten Nunukan, Hasan Basri, S.IP mengatakan, komunikasi sosial menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat sinergi lintas sektor guna menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah, khususnya di kawasan perbatasan.

Menurutnya, dinamika sosial yang terus berkembang menuntut kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat terhadap berbagai potensi ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang dapat memicu gangguan keamanan maupun ketertiban umum.

“Pencegahan dini menjadi langkah penting agar berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat dapat dideteksi lebih awal sehingga penanganannya dapat dilakukan secara cepat, tepat dan terukur,” ujarnya.

Hasan Basri menegaskan, wilayah Kecamatan Sebatik Barat memiliki posisi strategis sebagai kawasan perbatasan yang memerlukan perhatian bersama dalam menjaga stabilitas daerah. Karena itu, komunikasi yang efektif antara pemerintah, aparat keamanan dan masyarakat harus terus diperkuat.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi terkait pentingnya menjaga persatuan, memperkuat toleransi sosial serta membangun budaya kewaspadaan dini terhadap potensi konflik sosial di lingkungan masyarakat.

Sementara itu tokoh agama Kabupaten Nunukan, Zahri Fadli, mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan memperkuat nilai kebersamaan di tengah keberagaman.

“Kerukunan dan saling menghormati perbedaan menjadi pondasi utama dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, damai dan harmonis,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, Bakesbangpol Nunukan berharap terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat hingga generasi muda dalam menjaga stabilitas wilayah.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Nunukan dalam memperkuat ketahanan daerah dan kewaspadaan nasional berbasis partisipasi masyarakat guna menghadapi berbagai dinamika sosial yang terus berkembang di wilayah perbatasan. (*)

Reporter: Soni Irnada

Editor: Endah Agustina 

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *