benuanta.co.id, NUNUKAN – Peringatan Hari Buruh Sedunia (May Day) di Kabupaten Nunukan berlangsung dalam suasana damai dan penuh kebersamaan, Jumat (1/5/2026).
Momentum tahunan yang identik dengan penyampaian aspirasi buruh itu di Nunukan justru diisi dengan kegiatan apresiatif bagi para pekerja bongkar muat di Terminal Pelabuhan Tunon Taka.
Polres Nunukan bersama sejumlah instansi pelabuhan dan maritim menggelar pertemuan dengan pekerja yang tergabung dalam Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM).
Kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan terhadap peran buruh pelabuhan yang selama ini menopang kelancaran distribusi barang dan menjaga aktivitas ekonomi di wilayah perbatasan tetap berjalan.
Kapolres Nunukan, AKBP Bonifasius Rumbewas mengatakan, buruh memiliki posisi strategis, tidak hanya dalam mendukung aktivitas logistik, tetapi juga dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan kondusif di kawasan pelabuhan sebagai salah satu objek vital.
“Buruh adalah mitra strategis. Peran mereka sangat penting dalam menjaga stabilitas aktivitas di pelabuhan yang menjadi nadi distribusi barang di Nunukan,” kata Bonifasius.
Ia menegaskan, terciptanya keamanan dan ketertiban di kawasan pelabuhan tidak bisa hanya mengandalkan aparat, tetapi memerlukan keterlibatan seluruh unsur, termasuk komunitas pekerja yang sehari-hari beraktivitas di lingkungan tersebut.
Dalam kegiatan itu, Polres Nunukan juga menyerahkan bantuan sembako kepada anggota Koperasi TKBM sebagai bentuk perhatian kepada para pekerja. Bantuan tersebut disambut antusias dan dinilai menjadi simbol kedekatan antara aparat dengan masyarakat pekerja.
Kepala KSOP Nunukan, General Manager Pelindo Nunukan, unsur Forkopimda, serta jajaran Pejabat Utama Polres Nunukan turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas kawasan pelabuhan, sekaligus memperkuat sinergi dengan para pekerja sebagai bagian penting dari rantai distribusi logistik.
“Untuk kita yang di Nunukan sebagai daerah perbatasan, peran buruh pelabuhan dinilai sangat vital. Aktivitas bongkar muat menjadi salah satu penopang utama kelancaran pasokan barang, baik untuk kebutuhan masyarakat maupun aktivitas perdagangan lintas wilayah,” jelasnya.
Ia menegaskan, peringatan Hari Buruh di Nunukan bukan sekadar agenda tahunan. Momentum ini menjadi penegas bahwa di balik geliat ekonomi perbatasan, ada kerja keras para buruh yang menjadi tulang punggung distribusi, menjaga arus logistik tetap hidup, sekaligus memastikan Nunukan terus bergerak. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina







